Human Interest Story
Kisah Petugas Pertama Pemakaman Jenazah Covid-19
Meski dalam hati berkata cukup, namun pandemi Covid-19 tetap saja membuat pria bernama Arya Dhanika harus bersedia mengevakuasi jenazah yang dinyataka
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjadi anggota tim pemakaman jenazah Covid-19, membuatnya harus siap mental dan fisik.
Meski dalam hati berkata cukup, namun pandemi Covid-19 tetap saja membuat pria bernama Arya Dhanika harus bersedia mengevakuasi jenazah yang dinyatakan terinveksi Covid-19.
Selasa (18/8/2020) kali ini, jika ada panggilan dari rumah sakit berupa instruksi pemakaman dengan protap Covid-19, itu adalah jenazah ke 20 yang pernah ia makamkam sejak 15 Maret lalu sampai sekarang.
"Jenazah pertama itu saya kirim ke Wonogiri. Ya itu pas tanggal 15 Maret. Dulu protokol masih seadanya," kata Arya memulai perbincangan di Gedung Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Arya menjadi orang pertama di TRC BPBD DIY yang pertama kali diberi kesempatan untuk memakamkan jenazah yang positif Covid-19.
Belum selengkap saat ini, Alat Pelindung Diri (APD) yang ia kenakan. Standar Operasional Prosedur (SOP) juga belum ditetapkan.
Hanya mengenakan APD serta masker dan sarung tangan, Arya berangkat dari Yogyakarta bersama dua rekan lain.
• Kasus Covid-19 Meluas, BPBD Bantul Latih FPRB untuk Pemakaman Jenazah Virus Corona
"Orang sangat ketakutan dengan virus ini. Jenazah yang saya bawa dimakamkan dengan protokol Covid-19. Pihak dinkes juga belum mengerti SOP nya. Sehingga juga khawatir," imbuh dia.
Di tempat tinggalnya, Arya memang kerap membantu warga sekitar untuk urusan pemakaman.
Bekal itulah yang menjadikan dirinya merasa terbiasa dengan persoalan pemakaman.
"Bedanya kalau kali ini harus menggunakan APD lengkap dan sesuai prosedur," terang pria asal Tegalmojo, Kecamatan Banguntapan, Bantul ini.
Gaya bicaranya sangat santai, bahkan penuh dengan candaan ketika mengobrol dengan rekan di TRC.
Namun siapa sangka, di balik itu semua, ia masih menyisakan beragam kejadian selama empat bulan silam sepanjang Covid-19 menyerang.
Jika dibuka isi perasaannya kali ini, Arya mengaku sudah harus berkata "cukup" mengapa demikian?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/arya-dhanika.jpg)