Update Corona di DI Yogyakarta
258 Jenazah di DIY Telah Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19
Dari jumlah sebanyak 258 jenazah tersebut 31 di antaranya merupakan jenazah yang dinyatakan positif setelah hasil Swab telah turun.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Butuh mental yang kuat bagi petugas pemakaman yang menjalankan tugas untuk penjemputan jenazah yang dinyatakan terinveksi Covid-19.
Tak jarang para petugas dari TRC ini harus mendengarkan teriakan histeris dari keluarga yang sedang berduka.
Jika sudah demikian, para petugas pemakaman biasanya meminta Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk melakukan cipta kondisi.
"Ada yang teriak histeris meski sudah diperingatkan untuk tidak mendekat. Ya kalau sudah begitu kami meminta petugas keamanan untuk mengatasi," urainya.
Beban mental itu lah yang setiap kali mereka hadapi ketika melaksanakan proses pemakaman dengan protokol Covid-19.
Namun, agar kondisi mental tetap terjaga, tim TRC tersebut terlebih dahulu melakukan breifing terkait paket janazah yang akan dijemput.
Selama ini, tim pemakaman dari TRC tersebut belum sepenuhnya mengetahui apakah jenazah betul-betul dinyatakan positif Covid-19 atau tidak.
Hal itu lantaran cukup banyak jenazah yang sudah dimakamkan namun hasil swab menunjukkan positif Covid-19.
Carut marut data tersebut selalu diantisipasi oleh Endro dengan selalu menggunakan APD lengkap.
"Kami kurang tahu, data lengkap positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dengan hasil swab yang keluar saat itu juga. Data kami hanya 31 yang sudah dinyatakan positif dan telah dimakamkan," tutup Endro di sela-sela memberi komando kepada tim pemakaman. (TRIBUNJOGJA.COM)