Update Corona di DI Yogyakarta
Sektor Pariwisata Jadi Harapan Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi DIY
Geliat pariwisata di DIY yang sudah semakin terang terlihat, memberikan harapan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 dan 4 tahun ini.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Geliat pariwisata di DIY yang sudah semakin terang terlihat, memberikan harapan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 dan 4 tahun ini.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa disamping menggenjot belanja pemerintah, sektor lain di luar itu pun harus bisa digerakkan, satu di antaranya melalui sektor wisata.
"Misalnya perkembangan bagus yang terlihat di sektor pariwisata DIY. Kemarin saat libur panjang kita lihat okupansi hotel bintang 3 ke atas penuh. Itu menggambarkan pariwistaa mulai menggeliat maka akan menjadi devisa DIY. Ini kita dorong terus tapi yang penting pariwisata jalan tapi protokol kesehatan jadi hal utama," ujarnya, belum lama ini.
Lebih lanjut, Aji mengatakan bahwa pariwisata memiliki multiplier effect atau efek ganda terhadap banyak aspek.
Mulai dari kuliner, transportasi, cinderamata, dan lain-lain.
• DPD GIPI DIY: Quality Tourism Sebagai Konsep Pariwisata pada Kebiasaan Baru
"Itu menyumbang pemasukan yang tinggi, terutama bagi kabupaten/kota yang masuk dalam PAD. UKM juga bisa bergerak dengan kehadiran masyarakat dari luar DIY," ucapnya.
Pariwisata maupun agenda kunjungan lain, dijelaskan Aji, selama itu membawa tamu dari luar untuk menghabiskan waktu di DIY, maka akan menggerakkan perekonomian.
"Orang datang perlu makan, perlu transportasi, dan ketika kembali ke daerahya membawa oleh-oleh," ungkapnya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa upaya yang bisa dilakukan Pemda DIY untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah dengan melakukan belanja dengan sebanyak-banyaknya melalui pos anggaran yang sudah ditetapkan.
"Kami bisanya duit bisa cepet keluar. Dalam APBD perubahan itu pun walau sekadar bikin gorong-gorong bisa dilakukan waktunya empat bulan. Lebih banyak duit keluar lebih bagus. Ini karena tidak mungkin ada investor. Tidak mungkin itu hanya 4 bulan," ucapnya.
• Unik, Lemari Makan Gratis Ajak Warga Jogja Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19
Pada kesempatan yang berbeda, Sultan berharap pada sektor pariwisata dan juga pendidikan, dalam hal ini kembalinya mahasiswa dari luar DIY untuk memulai aktifitasnya di DIY
"Kan mahasiswa belum pulang. Pariwisata pun belum bisa memberikan sumbangan. Biarpun buka, dia belanja sama masuk ke objek hanya berapa puluh ribu. Apa cukup mendobrak pertumbuhan? Saya kira hanya kecil, nol koma berapa. Tapi kalau mahasiswa kan sudah jelas Rp 6,7 triliun mesti masuk," ungkapnya.
Selain itu, Raja Keraton Yogyakarta tersebut mengatakan bahwa dirinya menaruh harapan terhadap proyek tol yang tetap berproses di tengah pandemi Covid-19.
"Harapan saya pengosongan tanah yang dipatoki Agustus itu, mungkin September dan Oktober sudah ada pembayaran. Jadi itu berapa miliar sampai akhir Desember. Harapan saya di situ kira-kira. Mahasiswa masuk baru September. Kondisi real kuartal kedua ini sulit," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sektor-pariwisata-jadi-harapan-pendongkrak-pertumbuhan-ekonomi-diy.jpg)