Update Corona di DI Yogyakarta
Sektor Pariwisata Jadi Harapan Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi DIY
Geliat pariwisata di DIY yang sudah semakin terang terlihat, memberikan harapan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 dan 4 tahun ini.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat pengeluaran atau belanja daerah Pemda DIY masih rendah yakni di kisaran 0,16 pada triwulan pertama.
• Lonjakan Kasus Baru Covid-19 Jadi Warning Dunia Pariwisata DIY
Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Bank Indonesia DIY Miyono.
Padahal optimalisasi belanja Pemda DIY diperlukan untuk mendongkrak belanja yang dilakukan pihak swasta sehingga perekonomian bisa segera bangkit.
"Pengeluaran pemerintah di triwulan 1 masih rendah. Pemda, Pemkab, Pemkot tidak terlepas dari APBN karena sebagian dana dari pusat, misal DAK dan DAU. Kecuali daerah yang punya SDA itu ada dana bagi hasil, tapi DIY nggak ada," ujarnya, belum lama ini di Kepatihan.
Ia mengatakan, konsumsi pemerintah memang terpengaruh dengan refocusing anggaran tertentu yang dipangkas.
"Realisasi masih rendah, ayo dieksekusi. Karena hanya dengan eksekusi anggaran pemerintah, ekonomi kita akan selamat. Ketika pengeluaran pemerintah tidak maskimal, swasta masih wait and see. Ketika pemerintah keluar, maka swasta ikut," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sektor-pariwisata-jadi-harapan-pendongkrak-pertumbuhan-ekonomi-diy.jpg)