Pameran Tematik Kolaboratif ‘Jaring Arthropoda’ Digelar di Halaman Museum Benteng Vredeburg

Pameran ini diselenggarakan atas kerja sama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dengan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Pameran Tematik Kolaboratif ‘Jaring Arthropoda’ Digelar di Halaman Museum Benteng Vredeburg 

Sementara, mata laba-laba terdiri atas mata tunggal dan mata majemuk yang berfungsi untuk mengenali dan menangkap mangsa.

Hal ini juga dimaknai pengelola Museum Benteng Vredeburg untuk lebih menajamkan segmentasinya, yakni generasi muda.

“Kami bekerja sama dengan 15 komunitas. Termasuk juga dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS, Sejarah, Seni Budaya, dan PPKn,” urainya.

Laba-Laba Raksasa Siap Menyapa Pembukaan Kembali Museum Benteng Vredeburg

Melalui pameran kolaboratif yang diadakan, dieksplorasi aksentuasi dan dinamika ruang, dengan kontras warna, simbolisasi seni, tanpa melupakan pelestarian warisan budaya dan koleksi yang ada di dalamnya.

Foto-foto sejarah perjuangan beradu dengan karya instalasi pematung Lutse Lambert Daniel Morin.

Secara khusus pameran ini dikuratori oleh Dr. Mikke Susanto.

“Pameran Jaring Arthropoda kami gelar sampai akhir September. Nuansa warna merah bertujuan mengingatkan hari kemerdekan,” imbuh Suharja. 

Tak hanya itu, Museum Benteng Vredeburg juga mengadakan fasilitas pendukung lainnya, yakni free WiFi bagi pengunjung.

“Ada WiFi yang sudah kami tingkatkan menjadi 350 Mbps dari sebelumnya hanya 50 Mbps. Di bagian luar kami beri meja dan kursi yang dilengkapi colokan, ini memiliki konsep coworking space,” pungkas Suharja. (TRIBUNJOGJA.COM)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved