Yogyakarta
Laba-Laba Raksasa Siap Menyapa Pembukaan Kembali Museum Benteng Vredeburg
Bersamaan dengan itu, pengunjung kelak akan melihat wajah baru museum ini dengan banyaknya instalasi seni berbentuk laba-laba raksasa.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta akan kembali membuka layanan kunjungan secara terbatas pada 28-30 Juli 2020.
Bersamaan dengan itu, pengunjung kelak akan melihat wajah baru museum ini dengan banyaknya instalasi seni berbentuk laba-laba raksasa.
Kurator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Jauhari Chusbiantoro menjelaskan uji coba pembukaan museum akan diikuti dengan pembukaan Pameran Tematik Kolaboratif dengan tema Jaring Arthropoda.
Pameran ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.
• Museum Benteng Vredeburg Akan Dibuka Terbatas Mulai 28 Juli
"Pameran Tematik Kolaboratif ini merupakan upaya pengelola museum untuk menampilkan wajah baru museum sehingga diharapkan dapat menarik masyarakat untuk kembali berkunjung ke museum," ujar Jauhari saat ditemui di Museum Benteng Vredeburg, Jumat (24/7/2020).
Ia mengatakan, Jaring Arthropoda secara filosofi memiliki makna dan harapan bagi museum sesuai arti kata Arthro dari Bahasa Yunani yang berarti buku, ruas, segmen, maka museum harus menajamkan kembali segmen, menambah inovasi, memperkuat jejaring, serta memperluas jangkauan seperti laba-laba yang memiliki jaring dan kaki yang panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Museum Benteng Vredeburg, Madrohi menerangkan
pameran ini bertujuan memberi citra baru dan khusus bagi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
"Melalui pameran ini dieksplorasi aksentuasi dan dinamika ruang, dengan kontras warna, simbolisasi seni, tanpa melupakan pelestarian warisan budaya dan koleksi yang ada di dalamnya. Foto-foto sejarah perjuangan beradu dengan karya instalasi pematung Lutse Lambert Daniel Morin. Secara khusus pameran ini dikuratori oleh Dr. Mikke Susanto," paparnya.
• Pameran Jenderal Sudirman Akan Digelar Museum Benteng Vredeburg Secara Daring
Madrohi menambahkan, pameran akan ditampilkan secara luring dan daring.
Pameran secara luring akan memberikan sentuhan artistik pada area publik museum, yaitu halaman depan museum yang selama ini identik dengan tempat parkir kendaraan.
"Masyarakat tidak akan menemui lagi kondisi halaman depan museum yang 'kurang tertata'. Tetapi, kini dan ke depan halaman depan museum akan menjadi ruang publik. Masyarakat sebagai pengunjung museum akan menemui nuansa museum bersih, tertata, dan penuh ekspresi," ungkapnya.
Ia melanjutkan, pameran tematik Jaring Arthropoda ini juga dapat dinikmati masyarakat secara daring melalui akun media sosial museum, yaitu Instagram mulai 1 Agustus 2020. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/laba-laba-raksasa-siap-menyapa-pembukaan-kembali-museum-benteng-vredeburg.jpg)