Pameran Tematik Kolaboratif ‘Jaring Arthropoda’ Digelar di Halaman Museum Benteng Vredeburg

Pameran ini diselenggarakan atas kerja sama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dengan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Pameran Tematik Kolaboratif ‘Jaring Arthropoda’ Digelar di Halaman Museum Benteng Vredeburg 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Jika berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, kini kita akan melihat wajah baru.

Tidak akan ada lagi kesan ‘tak tertata’ karena adanya bus-bus besar, mobil, sepeda motor, atau pun pedagang kaki lima di halaman depan museum ini.

Lokasi parkir bagi pengunjung museum kini disediakan di Pasar Sore maupun tempat parkir umum di sebelah selatan Bank Indonesia.

Setelah menutup layanan kunjungannya selama empat bulan belakangan, Museum Benteng Vredeburg kini bertransformasi untuk menarik perhatian masyarakat.

Puluhan Wisatawan Datangi Pembukaan Museum Benteng Vredeburg

Halaman depan museum yang berada di Titik Nol Kilometer Yogyakarta ini seterusnya akan difungsikan sebagai ruang publik.

Sejak Selasa (28/7/2020) di sana diadakan Pameran Tematik Kolaboratif dengan tema Jaring Arthropoda.

Pameran ini diselenggarakan atas kerja sama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dengan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta.

“Kami hadirkan sesuatu yang bisa menggaet pengunjung. Seterusnya halaman depan difungsikan sebagai ruang publik. Bisa pameran, bisa pentas,” ujar Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Suharja saat ditemui Tribunjogja.com di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2020).

Ia menjelaskan, transformasi tersebut dilakukan dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda sebagaimana visi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

“Kami akan bekerja sama dengan sekolah, komunitas, seniman, dan kampus. Jadi halaman depan museum tidak lagi untuk kegiatan perekonomian, tapi pendidikan karakter,” tuturnya.

Adapun Pameran Tematik Kolaboratif bertema Jaring Arthropoda, secara filosofi memiliki makna dan harapan bagi museum sesuai arti kata Arthro dari bahasa Yunani yang berarti buku, ruas, segmen, maka museum harus menajamkan kembali segmen, menambah inovasi, memperkuat jejaring, serta memperluas jangkauan seperti laba-laba yang memiliki jaring dan kaki yang panjang.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 28 Juli 2020, Tambahan 15 Kasus Positif Baru

“Kaki panjang itu dimaknai bahwa kami terus membangun jejaring. Tidak lagi berpikir DIY, Indonesia, tetapi kita sudah menggunakan media. Instagram, Facebook, YouTube, bisa diakses melalui laman web vredeburg.id. Banyak sekali kegiatan harian yang bisa dikunjungi pengunjung virtual,” paparnya.

Menurut Suharja, selama 17 Maret-30 Mei 2020 pengunjung media sosial milik Museum Benteng Vredeburg tercatat sebanyak 197 ribu orang.

“Apa pun informasi bisa didapat di situ. Termasuk bisa mengunduh katalog pameran, melihat film, dan animasi,” tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved