Pondok Pesantren Lintang Songo Bantul, Didik Santri jadi Seorang Santripreneur
Pondok Pesantren Lintang Songo Bantul, Didik Santri jadi Seorang Santripreneur
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berbicara pondok pesantren selalu identik dengan pembelajaran yang difokuskan hanya pada ilmu agama.
Namun berbeda dengan Islamic Student Centre (ISC) Aswaja Lintang Songo.
Pondok pesantren yang berada di Pagergunung, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan Bantul itu memiliki banyak inovasi pembelajaran, untuk mengasah santrinya memiliki ketrampilan.
Semangat yang diusung adalah agrikultur, pemanfaatan sumber daya alam hayati yang ada di sekitar, kemudian digunakan untuk menghasilkan bahan pangan dan sumber energi.
Pesantren yang mulai berdiri tahun 2006 itu, saat ini sudah mengembangkan 21 unit usaha.
Di antaranya, bergerak di bidang pertanian, peternakan, perikanan, laundry, pembuatan roti, konveksi hingga pembuatan sabun cuci atau hand shop.
Semua unit usaha tersebut masing-masing dikelola secara mandiri oleh kurang-lebih 60 santri.
Selain ilmu agama mendalam, di Pondok Pesantren Lintang Songo, para santri dibekali dengan pengetahuan tata cara berwirausaha, atau santripreneur.
"Harapannya, santri pulang ke kampung halaman, bukan hanya pintar mengaji, tetapi memiliki skill dan ketrampilan," kata Laili Maharani, salah satu pengelola unit usaha di Ponpes Lintang Songo, Minggu (26/7/2020).
• Raka, Barista Cilik Asal Gunungkidul yang Kuasai 20 Teknik Pembuatan Kopi
• Kisah Kakak Beradik di Kota Yogya Jalani Profesi jadi Badut demi Bantu Perekonomian Keluarga
Ia menceritakan, ponpes Lintang Songo berdiri tahun 2006 silam.
Awalnya, berangkat dari hobi keluarga besarnya yang gemar mengembangkan budidaya bidang pertanian.
Sang ayah, H.Heri Kuswanto, yang bermula dari guru mengaji, pasca gempa tahun 2006 silam mendapatkan bantuan kemitraan Australia - Indonesia, untuk membangun gedung pondok pesantren Lintang Songo.
Ponpes Lintang Songo, kata Laili, berbeda dengan ponpes pada umumnya.
Lebih mengedepankan pendidikan berbasis karakter. Artinya, santri yang mondok selain mengaji ilmu agama, akan dibimbing juga pemahaman usaha sekaligus praktek langsung.
Semua hasil usaha dimanfaatkan secara bersama-sama. "Jadi hampir 90 persen santri di sini gratis," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pondok-pesantren-lintang-songo-bantul-didik-santri-jadi-seorang-santripreneur.jpg)