Wabah Virus Corona

Akhirnya WHO Akui Hasil Penelitian Ratusan Ilmuwan di Dunia Bahwa Virus Corona Menyebar Lewat Udara

Untuk pertama kalinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa Virus Corona mungkin menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Ilustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum 

Beberapa negara di seluruh dunia telah merekomendasikan atau mewajibkan pemakaian penutup wajah di tempat umum.

WHO sebelumnya berpendapat tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mengatakan bahwa orang sehat harus menggunakan masker.

Dr. Maria Van Kerkhove, pemimpin tim pakar WHO untuk COVID-19, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka merekomendasikan khalayak agar menggunakan masker kain - yaitu, masker non-medis.  

WHO selalu menyarankan agar masker medis dipakai oleh orang yang sakit dan orang yang mengurus mereka.

WHO mengatakan mengatakan pedoman baru ini didorong oleh studi selama beberapa pekan terakhir.

"Kami menyarankan pemerintah untuk mendorong agar masyarakat umum memakai masker," kata Dr. Van Kerkhove.

Pada saat yang sama, WHO menekankan bahwa masker wajah hanyalah satu dari serangkaian alat yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko penularan — dan bahwa masker jangan sampai memberi khalayak perasaan aman yang palsu.

"Masker saja tidak akan melindungi Anda dari COVID-19," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Bukti Virus Corona di udara

Tips Memilih Masker untuk Bersepeda Di Tengah Pandemi Corona
Tips Memilih Masker untuk Bersepeda Di Tengah Pandemi Corona (Vox)

Selama berbulan-bulan, WHO bersikeras bahwa COVID-19 ditularkan melalui droplet yang dikeluarkan ketika orang batuk atau bersin.

Tetesan yang tidak melekat di udara, tetapi jatuh ke permukaan - itu sebabnya mencuci tangan telah diidentifikasi sebagai langkah pencegahan utama.

Tetapi 239 ilmuwan dari 32 negara tidak setuju: mereka mengatakan ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa virus ini juga dapat menyebar di udara: melalui partikel yang jauh lebih kecil yang mengapung berjam-jam setelah orang berbicara, atau bernapas.

Hari ini WHO mengakui ada bukti yang menunjukkan bahwa ini mungkin dilakukan di pengaturan tertentu, seperti ruang tertutup dan ramai.

Bukti itu harus dievaluasi secara menyeluruh, tetapi jika dikonfirmasi, saran tentang bagaimana mencegah penyebaran virus mungkin harus berubah, dan dapat menyebabkan penggunaan masker yang lebih luas, dan jarak yang lebih ketat, terutama di bar, restoran, dan pada transportasi umum.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO Akui Covid-19 Menyebar di Udara, Apa Bedanya dengan Droplet?"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved