Wabah Virus Corona

Akhirnya WHO Akui Hasil Penelitian Ratusan Ilmuwan di Dunia Bahwa Virus Corona Menyebar Lewat Udara

Untuk pertama kalinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa Virus Corona mungkin menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Ilustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum 

TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi Virus Corona jenis baru penyebab COVID-19 kini masih dihadapi dunia.

Rangkaian penelitian terus dilakukan oleh para ilmuwan dari seluruh dunia untuk menyibak misteri virus penyebab COVID-19.

Dan untuk pertama kalinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa Virus Corona mungkin menyebar melalui partikel-partikel kecil di udara atau airborne.

Ilustrasi mutasi Virus Corona
Ilustrasi mutasi Virus Corona (SHUTTERSTOCK/Polina Tomtosova)

Lantas apa perbedaan penyebaran Virus Corona melalui droplet dan udara? Pejabat WHO memperingatkan bahwa bukti tersebut adalah bukti awal dan memerlukan penilaian lebih lanjut.

Badan tersebut sebelumnya menyalahkan penyebaran penyakit pada cipratan kecil atau droplet, yang dikeluarkan dari hidung atau mulut pasien yang terinfeksi.

Jika penularan melalui udara terkonfirmasi, saran tentang bagaimana mencegah penyebaran virus mungkin harus berubah, termasuk penggunaan masker yang lebih luas, dan jaga jarak yang lebih ketat.

Pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, Benedetta Allegranzi, mengatakan bahwa bukti yang muncul dari penularan Virus Corona melalui udara di lingkungan padat, tertutup, berventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan.

Sebelumnya, ratusan ilmuwan mengatakan ada bukti yang mengindikasikan bahwa partikel-partikel yang lebih kecil, yang bisa bergerak lebih jauh, juga dapat menginfeksi manusia.

Dalam surat terbuka kepada WHO, 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia lewat udara.

Mereka mendesak WHO untuk memperbarui informasi tentang Virus Corona. Jose Jimenez, seorang pakar Kimia dari University of Colorado yang menandatangani surat terbuka itu menegaskan para ilmuwan menginginkan WHO untuk mengakui bukti itu.

"Ini jelas bukan serangan terhadap WHO. Ini debat ilmiah, tetapi kami merasa kami harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti setelah banyak percakapan dengan mereka," katanya kepada kantor berita Reuters.

Para ilmuwan mengatakan baik dipaparkan melalui droplet dari hidung dan mulut atau partikel yang lebih kecil, Virus Corona menular melalui udara dan dapat menginfeksi orang ketika dihirup.  

Berikut penjelasan mengenai perbedaan penyebaran Virus Corona melalui droplet dan udara menurut WHO.

Saran dari WHO: Pakai masker di tempat umum

Seorang pria mengenakan masker plus plastik di kepalanya saat mengendarai sepeda di sebuah jalan di Wuhan, provinsi Hubei tengah Cina pada 14 April 2020.
Seorang pria mengenakan masker plus plastik di kepalanya saat mengendarai sepeda di sebuah jalan di Wuhan, provinsi Hubei tengah Cina pada 14 April 2020. (Hector RETAMAL / AFP)

Sebelumnya, WHO mengubah sarannya terkait masker, mengatakan masker harus dipakai di tempat umum untuk membantu menghentikan penyebaran Virus Corona. WHO mengatakan informasi terbaru menunjukkan bahwa masker bisa menjadi penghalang bagi droplet yang mungkin menularkan penyakit.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved