Update Corona di DI Yogyakarta
SDN Lempuyangwangi Laksanakan PAT Paper Test, Siswa Mengerjakan dari Rumah
Penilaian akhir tahun (PAT) menjadi satu di antara beberapa komponen penilaian siswa untuk kenaikan kelas.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Penilaian akhir tahun (PAT) menjadi satu di antara beberapa komponen penilaian siswa untuk kenaikan kelas.
Satu di antara SD Negeri di Yogyakarta yang menyelenggarakan PAT, SDN Lempuyangwangi melaksanakan PAT sejak Kamis (4/6/2020) hingga Rabu (10/6/2020) untuk siswa kelas 1-5.
Kepala SDN Lempuyangwangi, Sutji Rochayati, mengatakan PAT di sekolahnya dilakukan secara paper test.
Sistemnya, guru-guru membuat soal seperti biasa di atas kertas, lalu orang tua/wali mengambil soal ke sekolah untuk dikerjakan anak di rumah.
• SMP Yogyakarta Melaksanakan Penilaian Akhir Tahun secara Daring
“Orang tua mengambil soal sejak tanggal 4. Anak mengerjakan di rumah, lalu yang sudah selesai bisa dikumpulkan kembali ke sekolah maksimal tanggal 10,” ujar Sutji saat ditemui di SDN Lempuyangwangi, Selasa (9/6/2020).
Ia menjelaskan, dengan keterbatasan kondisi PAT seperti saat ini, guru-guru melakukan pengurangan jumlah soal PAT dibanding biasanya.
“Jadi guru-guru seperti biasa membuat soal, tapi ada pengurangan sedikit jumlah soal. Bisa sampai 5-10 pengurangan soal untuk setiap mata pelajaran,” tuturnya.
Adapun mata pelajaran yang diteskan meliputi semua mata pelajaran yang diberikan pada siswa.
“Guru-guru kami sebenarnya sudah siap jika melakukan sistem PAT online dengan anak mengerjakan dari rumah, tetapi dari Dinas Pendidikan menganjurkan supaya melakukan dengan paper test,” bebernya.
Di dalam pelaksanaan PAT dari rumah, Sutji menerangkan, pihaknya juga meminta bantuan orang tua untuk mendampingi dan mengawasi anak dalam mengerjakan soal.
• Penilaian Akhir Tahun SMA/SMK di DIY Dilakukan Secara Online
“Secara umum sampai hari ini nggak ada keluhan, saat pengumpulan (jawaban) juga lancar-lancar saja. Kita percaya pada orang tua untuk mendidik kejujuran anak, membentuk pendidikan karakter di rumah juga,” ungkapnya.
Hingga hari ini (Selasa, 9/6/2020), kata Sutji, pengumpulan jawaban PAT di tiap kelas rata-rata sudah mencapai 90-an persen, meskipun belum sampai batas akhir pengumpulan, yakni 10 Juni 2020.
“Hari ini tinggal 4-5 orang yang belum mengembalikan di tiap kelas. Persentasenya tinggal kurang dari 10 persen, jadi guru bisa sambil mengoreksi,” tambahnya.
Sementara, seorang orang tua siswa kelas 2C SDN Lempuyangwangi, Ria Ungki mengatakan dirinya ikut mendampingi dan membantu sang anak jika menemukan soal yang kurang dipahami saat mengerjakan PAT.
Namun, tidak sampai memberi tahu jawaban.
“Nggak sampai memberi tahu jawaban. Hanya kalau ada soal-soal yang sulit dipahami maksudnya,” ujarnya.
• Formula Nilai PPDB Yogyakarta Bagi Siswa Lulus SMP/MTs Daftar ke SMA/SMK
Orang tua lainnya, Tias H, mengatakan soal PAT kali ini dinilai tidak terlalu rumit.
“Mungkin memang dibuat lebih mudah. Karena selama Covid-19 ini kan anak belajar dari rumah (BDR), jadi supaya anak merasa walaupun BDR, tetapi tetap bisa mengerjalan (PAT) sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, selama mengerjakan PAT di rumah pun anaknya merasa menikmati.
“Enjoy, nggak ada keluhan. Nggak ada kesulitan karena nggak terlalu rumit juga,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan orang tua dari kelas 2C lainnya, Ari Kanaya yang mengungkapkan anaknya tidak mengalami kesulitan dan cukup senang ketika mengerjakan soal.
“Tiap mata pelajaran rata-rata ada 10-15 soal,” tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)