Bantul

Komitmen Penuh Pemkab Bantul dalam Penanganan Covid-19

Berbagai upaya terus dilakukan, sebagai langkah penanggulangan, supaya virus ini tidak sampai mewabah lebih luas lagi di tengah masyarakat Bumi Projot

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sekda Bantul, Helmi Jamharis, ditemui di ruang kerjanya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berkomitmen penuh dalam penanganan Covid-19.

Berbagai upaya terus dilakukan, sebagai langkah penanggulangan, supaya virus ini tidak sampai mewabah lebih luas lagi di tengah masyarakat Bumi Projotamansari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis berujar, penanganan corona memang harus dilakukan secara serius, karena berkaitan dengan keselamatan warganya.

Sehingga, segala upaya yang dimungkinan, dilakukan semaksimal mungkin, selama tidak melanggar regulasi.

"Salah satunya dengan refocusing anggaran APBD 2020 ya, untuk dialihkan ke belanja tak terduga penanganan corona, yang meliputi bidang kesehatan, ekonomi, hingga jaring pengaman sosial," katanya, Jumat (5/6/2020).

Terdampak Covid-19, Pendapatan Pemkab Bantul Menurun Hingga Rp 333 Miliar

Ia mengungkapkan, segala kebutuhan yang berhubungan langsung dengan penanganan, telah diakomodir oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), serta mengalokasikan anggaran yang memadahi, agar pelaksana di setiap OPD bisa melakukan penanganan sesuai ketentuan.

"Tetapi, tentu dalam pemanfaatannya, seluruh OPD harus berhati-hati. Dalam artian, seluruh dokumen yang memang dibutuhkan dalam pemanfaatan anggaran itu, ya sebisa mungkin disiapkan dengan baik," ungkapnya.

Menurutnya, pertanggungjawaban keuangan harus benar-benar akuntabel, karena pihaknya tidak ingin, pada saatnya dilakukan audit oleh lembaga berwenang, ditemukan ada kerugian negara yang justru akan berakibat benturan, lantaran bertentangan dengan hukum berlaku.

"Tujuan yang baik untuk penanganan Covid-19 ini harus dilakukan dengan cara-cara yang baik, prosedural dan tidak melanggar hukum. Ini komitmen kami," tegasnya.

Sekda mengakui, sebagian besar refocusing anggaran ini memang diarahkan ke sektor kesehatan.

Ya, selain langkah realisasi RS Lapangan Khusus Covid-19 di Bambanglipuro, beberapa faktor pendukung di sektor kesehatan pun tak luput dari perhatian pemerintah setempat.

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bantul Meningkat

"Meliputi fasilitas ketersediaan rumah singgah bagi dokter dan paramedis, selter untuk warga masyarakat yang hasil rapidnya reaktif, lalu penyediaan lahan pemakaman bagi warga yang terpapar corona. Itu semua dimasukkan ke bidang kesehatan ya," terangnya.

Sementara untuk dampak ekonomi, pihaknya melaksakan program padat karya pembuatan masker, serta hazmat suit yang beberapa hari lalu telah didistribusikan oleh Bupati Bantul Suharsono.

Jumlah yang terealisasi, lanjutnya, mencapai 75 ribu masker dam 1.000 hazmat suit.

Kemudian, mengenai jaring pengaman sosial, Sekda pun menjelaskan bahwa pada Senin (8/6/2020) mendatang, bakal dilakukan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sumbernya berasal dari APBD Bantul.

Ia menandaskan, bantuan sosial ini menjadi semacam 'sapu jagat'.

"Target kita 10 ribu kepala keluarga bisa tercover dengan APBD, sekaligus menyapu warga masyarakat yang betul-betul belum mendapat bantuan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun dana desa," tandasnya.

Rencana Ujicoba Pembukaan Obyek Wisata, DPRD Bantul Ingatkan Protokol Kesehatan Harus Terpenuhi

"Kita akan selalu dekat dengan masyarakat, penderitaan warga juga jadi penderitaan pemerintah. Program-program pemerintah pun tidak akan berhasil tanpa ada partisipasi dari masyarakat," tambah Sekda.

Lebih lanjut, Helmi juga mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab Bantul tengah menggodok kebijakan menyambut fase new normal. Ia berharap, kebijakan-kebijakan yang nantinya dikeluarkan oleh ekskutif, bisa memberikan manfaat bagi warga masyarakat secara luas.

"Kita akan segera memasuki era new normal. Kami pun berharap, warga mempunyai semangat ya, untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Namun, yang harus diingat, protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan new normal, di masa mendatang," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved