Bulan Depan, Pemkab Sleman Bakal Gelar Rapid Test di Sejumlah Pasar Tradisional
Kegiatan tersebut akan menyasar 500 pedagang di 10 pasar tradisional yang ada di wilayah Sleman.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemkab Sleman akan melaksanakan rapid test di pasar tradisional pada bulan Juni mendatang.
Kegiatan tersebut akan menyasar 500 pedagang di 10 pasar tradisional yang ada di wilayah Sleman.
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, menjelaskan pasar yang dimaksud tidak hanya pasar yang dikelola oleh Pemkab tetapi juga oleh Pemdes.
Mulai yang berada di Kecamatan Gamping, Mlati, Depok, Ngaglik, Godean dan Prambanan.
Penentuan pasar berdasarkan tingginya aktivitas di sana yang menyebabkan kerumunan.
• Kabar Baik, DIY Kembali Catatkan Nol Kasus Baru Covid-19 Hari Ini, Pasien Sembuh Bertambah 8
• Protokol Kesehatan COVID-19 untuk Implementasi New Normal di Indonesia
Selain itu, kriteria lain adalah lokasi pasar berada di wilayah atau kecamatan yang memiliki pasien positif Covid-19.
"Rapid test bagi pedagang pasar tradisional ini kami gelar agar tidak muncul klaster baru dari pasar. Meskipun selama ini kami sudah mengimbau agar pedagang pasar mengikuti protokol kesehatan," ujar perempuan yang akrab disapa Evie ini, Kamis (28/5/2020).
Lebih lanjut ia menjelaskan, tidak semua pedagang akan mendapatkan rapid test.
Masing-masing pasar akan diambil 50 pedagang untuk sampel.
Mereka yang mendapatkan rapid test adalah pedagang yang banyak dikunjungi pembeli dan pedagang yang selama ini tidak mengindahkan protokol kesehatan.
Misalnya tidak menggunakan masker, ini menjadi sasaran rapid test.
"Sebelumnya kami sudah mengamati kondisi masing-masing pasar tradisional termasuk para pedagang. Mereka yang mengikuti rapid test yang dinilai paling rawan, paling banyak dikunjungi pembeli atau tidak mematuhi protokol kesehatan," ujarnya.
Sementara untuk pelaksanaan rapid test bisa dilakukan di pasar atau di Puskesmas terdekat.
• Permintaan Surat Keterangan Bebas Covid-19 di Sleman Meningkat
• Pemda DIY Menunggu Arahan Pusat Terkait New Normal
Hal itu dilakukan karena tidak semua pasar tradisional memiliki tempat yang representatif untuk menggelar kegiatan rapid test.
"Petugas medisnya kan harus menggunakan APD dan ini membutuhkan ruang yang representatif. Nanti akan ditentukan lokasi kegiatan rapid test apakah di pasar atau di Puskesmas," terangnya.
Tunjuk Beberapa Pasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/update-virus-corona-di-magelang-setelah-bertambah-7-kasus-baru-covid-19-berikut-riwayatnya.jpg)