Gunungkidul
Wisma Wanagama Dijadikan Lokasi Karantina Warga Reaktif Rapid Test
Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunungkidul Immawan Wahyudi menyatakan sudah berkomunikasi dengan pihak UGM dan diperbolehkan untuk menggunakan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan menjadikan Wisma Wanagama di Playen, Gunungkidul sebagai lokasi karantina bagi warga reaktif Rapid Test.
Kompleks wisma ini berada di tengah hutan penelitian milik Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunungkidul Immawan Wahyudi menyatakan sudah berkomunikasi dengan pihak UGM dan diperbolehkan untuk menggunakan bangunan wisma tersebut.
"Kompleks bangunan Wisma Wanagama ini mampu menampung maksimal 90 orang," kata Immawan di Wanagama, Senin (18/05/2020).
• Presiden Jokowi Minta Masyarakat Bersiap Menjalani Fase New Normal di Tengah Pandemi Covid-19
Menurutnya, Wisma Wanagama dipilih lantaran lokasinya yang jauh dari pemukiman warga dan berada di tengah hutan.
Selain itu, suasana sekitarnya pun sangat mendukung lantaran tenang dan sejuk.
Secara fasilitas, Immawan juga menyebut Wisma Wanagama sudah lengkap dan ideal sebagai tempat karantina.
Pihaknya tinggal menambah sejumlah fasilitas lain yang terkait dengan penanganan medis, termasuk logistik makanan.
"Wisma ini nantinya hanya akan dihuni oleh tenaga medis serta warga yang reaktif Rapid Test," jelas Immawan.
Mengingat jumlah warga reaktif Rapid Test saat ini terus meningkat, Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunungkidul masih terus berupaya untuk mencari lokasi lain yang ideal. Salah satunya adalah kompleks latihan tempur TNI di Paliyan.
Menurut Immawan, kompleks tersebut mampu menampung hingga 50 orang.
Pembicaraan dengan pihak TNI pun sudah dilakukan, namun ternyata kompleks ini masih digunakan untuk latihan hingga sebulan ke depan.
• Menyambut New Normal saat Kematian Akibat COVID-19 di Indonesia Diperkirakan 3 Kali Lipat
"Setelah kegiatan latihan selesai, akan dibicarakan lagi terkait pemanfaatan kompleks tersebut untuk menampung warga reaktif Rapid Test," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul hari ini, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) Reaktif Rapid Test bertambah 11 menjadi 161 orang.
Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty sebelumnya telah menyampaikan bahwa setidaknya ada 30 tenaga medis yang ikut reaktif usai mengikuti pemeriksaan Rapid Test massal. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada 12-16 Mei lalu.
"Secara kumulatif ada 30 tenaga medis yang reaktif, dan saat ini sudah ditangani sesuai protokol kesehatan," kata Dewi.(TRIBUNJOGJA.COM)