Update Corona di DI Yogyakarta
DPRD DIY Kritik Pengadaan Buku Saku Covid-19 oleh Pemda
Sebagian legislatif menganggap buku saku tidak begitu mendesak untuk kebutuhan masyarakat DIY saat ini.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Yang kedua, di lapisan bawah saat ini beramai-ramai melakukan penutupan akses jalan, oleh karena itu protokol kesehatan wajib diperhatikan masyarakat di kalangan bawah.
"Dalam buku itu terdapat penjelasan-penjelasan mengenai tata cara memperlakukan ODP, PDP, hingga proses pemakaman. Juga ada pula pemahaman-pemahaman lainnya," tegasnya.
Point ketiga, Biwara mengatakan, masyarakat sejauh ini belum memahami protap bagi pemudik yang pulang kampung.
Untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan, terdapat penjelasan dalam buku setebal 48 halaman tersebut.
• Ini Kata Sultan Terkait PSBB
Menurutnya, penguatan dari satuan pemerintahan desa juga tetap dilakukan.
Misalnya, Linmas, Tagana, dan jajaran ketua RT dan RW juga masih tetap melakukan edukasi kepada masyarakat.
"Pemerintah desa tetap masih bertugas untuk memberikan pemahaman ke masyarakat. Jadi buku itu bukan menjadi pengganti tugas," imbuh Biwara.
Jika menyesuaikan jadwal saat press rilis beberapa hari lalu, penyaluran buku saku tersebut seharusnya mulai tanggal 5 Mei kemarin.
Namun, agaknya penyaluran itu pun harus tertunda lantaran Pemda DIY juga fokus kepada hal lain.
Saat disinggung seberapa besar efektifitas penggunaan buku saku tersebut, Biwara masih belum memastikan.
Namun, ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan buku tersebut dengan baik.
"Harapannya bisa membantu, karena Covid-19 ini masalah bersama," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)