Wabah Corona

Keluh Kesah Para Buruh di DIY Menanti Bantuan Sosial

Keprihatinan mendalam dirasakan beberapa pekerja yang telah dirumahkan sejak munculnya pandemi Covid-19 di DIY.

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi virus corona 

Dalam sambungan telepon, ia bercerita jika sempat berencana menjual sepeda motor satu-satunya untuk bertahan hidup.

"Tapi dilarang oleh nenek saya. Katanya suruh nunggu siapa tahu sebentar lagi datang bantuan dan virusnya ilang," ujarnya.

Percobaannya untuk mengkases kartu Prakerja pun sudah dilakukan.

Sayangnya itu tak memberikan kepastian.

Kristo justru menganggap bantuan yang ia butuhkan saat ini bukan prakerja. Namun bantuan tunai atau berbentuk bahan makanan.

Ia juga berharap supaya Pemda DIY memperhatikan nasib pekerja seperti dirinya.

"Sekarang ada bantuan tapi birokrasinya ribet, ya percuma. Sementara saat ini kondisinya genting. Iya kalau bisa diprediksikan kapan bisa pulih," sambungnya.

Ia meminta kepada Pemda DIY untuk segera merealisasikan bantuan bagi pekerja yang dirumahkan.

"Karena saya benar-benar los tak ada pemasukan. Mungkin kalau teman saya dibagian staff masih ada sedikit pemasukan. Saya ini karyawan lepas. Kakau tidak bekerja ya tidak ada penghasilan. Jadi tolong kepada Pemda DIY, kami benar-benar butuh itu, jangan sampai menunggu mati seperti buruh di Banten," tutup warga Pringwulung, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman itu. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved