Update Corona di DI Yogyakarta
Sri Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Menolak Tenaga Medis untuk Pulang ke Rumah
Sri Sultan HB X meminta masyarakat untuk tidak menolak tetangga mereka yang bekerja sebagai perawat, dokter, maupun tenaga medis
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
"Kalau Nakes di Pusdiklat. Belum diisi, tapi sudah siap. Kita mau data dulu. Sementara kalau masyarakat (yang ODP) diserahkan kabupaten dan kota, bisa diopeni nggak. Kalau nggak, ditangani DIY," ujarnya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan masing-masing kelurahan yang memiliki tempat bisa menyediakan tempat untuk karantina seandainya dibutuhkan.
"Tapi kabupaten kota juga menyediakan. Sebetulnya ini untuk tidak kekurangan tempat," bebernya.
Asrama haji, lanjutnya, ketika satu orang menempati satu ruangan maka cukup menampung 150 orang.
"Asrama haji peruntukannya bagi ODP yang terseleksi dan membutuhkan tempat karantina serta tidak bisa karantina mandiri. Di Bantul misalnya menyiapkan bekas Puskesmas di Bambanglipuro, Pondok Pemuda, dan BLK Jalan Paris," pungkasnya.

Update Kasus Corona di DIY
Data konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 6 April 2020 mencatat PDP keseluruhan di DIY sebanyak 368 orang di mana 125 orang masih dalam perawatan.
Kemudian, berdasarkan hasil lab tercatat bahwa jumlah kasus positif sebanyak 37 orang (sembuh 6 orang, meninggal 5 orang), negatif 114 orang, dan dalam proses lab 217 orang (8 orang meninggal).
Selanjutnya untuk jumlah ODP di seluruh DIY yakni 2.880 orang.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan berdasarkan laporan hasil uji lab dari BBTKLPP Yogyakarta pada 6 April 2020 ada penambahan kasus terkonfirmasi positif 2 kasus, sehingga total kasus positif menjadi sebanyak 37 kasus.
"Tambahan kasus positif tersebut yakni kasus 37 yang merupakan laki-laki usia 60 tahun, warga Pemalang Jateng. Pasien ini langsung periksa dan opname ke salah satu RS di DIY, ada riwayat kontak dengan anaknya dari Solo," bebernya, Senin (6/4/2020).

Selanjutnya, kasus 38 yakni laki-laki usia 42 tahun, warga Kota Yogyakarta.
Selanjutnya, Berty menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul melaporkan kematian kasus positif pada 6 April 2020.
Pasien tersebut adalah kasus 19.
"Kasus 19 adalah laki-laki usia 53 tahun warga Bantul. Diagnosa DM (Diabetes melitus) type 2 dan Covid-19," bebernya.
(TRIBUNJOGJA.COM)