Erupsi Gunung Merapi
Sebagian Sleman Hingga Klaten Diguyur Abu Vulkanik Merapi
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menyebut, sebaran abu tersebut mengikuti arah angin.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terjadi hujan abu di Kabupaten Sleman dan Klaten.
Hujan abu tersebut akibat erupsi gunung merapi sejak pukul 15.10 WIB.
Beberapa wilayah di Kecamatan Turi ikut terdampak.
Meski intensitasnya kecil, namun sebaran abu vulkanik merapi tersebut cukup luas.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menyebut, sebaran abu tersebut mengikuti arah angin.
• Hujan Abu Tipis Terpantau Warga di Sumberadi Sleman
Sebelumnya memang diinformasikan jika arah angin petang ini menuju ke Timur dari gunung merapi.
Hanik memperkirakan, jika abu vulkanik tersebut mengarah ke wilayah Sleman hingga menuju Klaten.
"Intensitasnya kecil, karena kekuatan erupsinya juga kecil," katanya.
Sebelumnya erupsi merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik.
Namun, sampai pukul 15.30 WIB, lanjut Hanik, erupsi api sudah berhenti.
Sementara terkait sebaran abu vulkanik, menurutnya tergantung kecepatan angin.
"Arahnya ke timur, mungkin wilayah Sleman dan Klaten yang terdampak," ujarnya.
• Merapi Kembali Erupsi, BPPTKG Yogyakarta Imbau Warga Tak Berada di Radius 3 Km
Sementara itu, Warga Desa Gemampir, Karangnongko, Kabupaten Klaten, Endah Nova juga merasakan gemuruh aktivitas merapi.
"Memang tadi terdengar gemuruhnya sampai ke sini," katanya saat dihubungi Kamis (2/4/2020).
Meski abu vulkanik tak sampai ke perkampungan, namun dirinya mengetahui jika sebaran abu vulkanik sudah sampai ke wilayah Klaten.
"Sampai ke sini memang, tapi di tempat lain. Karena beberapa tetangga sudah ramai bicarakan abu vulkanik yang turun," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)