Sleman
Bupati Sleman Keluarkan Instruksi untuk Penanganan Covid-19
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengeluarkan instruksi tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Penanganan Terhadap Risiko Penularan infeksi Covid-19.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Ia mengungkapkan, bahwa saat ini pihak RS sulit untuk mencari barang-barang tersebut.
Dan karena Sleman belum menerapkan KLB, maka pemerintah hanya bisa membantu memperlancar akses RS dalam mendapatkan APB.
Ia menjelaskan, dari sekian APD itu ada alat yang sifatnya alat medis habis pakai yang bisa didapat di distributor alat kesehatan.
• RS di Sleman Siap Membantu Jika RS Rujukan Kewalahan Tangani Pasien Corona
Namun ada juga alat yang sifatnya umum, misalnya sepatu bot dan gaun.
"Kami membantu menghubungkan dengan jejaring distributor, supaya mereka bisa menyiapkan kalau diperlukan," ujarnya.
Joko menjelaskan bahwa pada dasarnya RS di Sleman siap dimintai tolong jika RS Rujukan kewalahan dalam melakukan perawatan pasien virus corona, dalam hal ini kaitanya adalah ketersediaan ruang isolasi.
Meski ada banyak RS yang berada di Sleman, namun tidak semuanya memiliki ruang isolasi.
"Ruang isolasi yang dimiliki RS ternyata sangat terbatas, kita kemarin memperkirakan masing-masing RS memiliki ruang isolasi. Dan dari data yang kami miliki, hampir semua RS tipe B dan c memiki ruang isolasi walaupun hanya satu," paparnya.
Ia mencatat sudah ada 11 ruang isolasi dari beberapa rumah sakit yang sudah siap untuk digunakan.
RS yang dimaksud seperti RSUD Sleman, RSA UGM, JIH, Hermina dan RS Sakina Idaman.
"Setelah kita cek ada juga RS yang ruang isolasinya tidak dalam keadaan aktif dan menyatakan sudah siap menghidupkan kembali ruang isolasi, kita beri waktu sampai hari Sabtu (21/3/2020) untuk mengaktifkan ruang isolasinya," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-sleman-sri-purnomo-3.jpg)