Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Minggu 19 April 2026: BPPTKG Catat 4 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 4 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2500 meter.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Minggu (19/4/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 4 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2500 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Minggu (19/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-6 mm dan lama gempa 64.9-156.46 detik.

Tercatat pula 31 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-29 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 12-34.4 detik.

Selain itu, 4 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 7-80 mm, dan lama gempa 18.67-22.76 detik.

Serta 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-18 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 88.9-128.9 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-II.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 300 meter dari puncak.

Sementara cuaca berawan, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 20°C. Kelembaban 93 persen. Tekanan udara 917 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved