Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Kamis 16 April 2026: Teramati Ada 9 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami teramati 9 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini, Kamis (16/4/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami teramati 9 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Kamis (16/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, 33 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 70.39-202.31 detik.

Tercatat juga 26 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-38 mm, S-P 0.3-0.9 detik dan lama gempa 8.27-55.77 detik.

Selain itu ada 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 52 mm, dan lama gempa 29.87 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 63 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 98.94 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Kamis 16 April 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 400 meter dari puncak.

Cuaca cerah dan angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 17.9-20.1°C. Kelembaban 92.5-92.6 persen. Tekanan udara 872.4-916.3 mmHg.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved