Aktivitas Gunung Merapi Senin 4 Mei 2026 Siang Ini, Tercatat 33 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi dilaporkan mengalami 33 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-11 mm dan lama gempa 66.44-173.06 detik.

Tayang:
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Senin (4/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 33 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-11 mm dan lama gempa 66.44-173.06 detik.

 Selain itu tercatat pula 27 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 25 mm, S-P 0.5-0.6 detik dan lama gempa 13.09-75.02 detik.

 Serta 4 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1-25 mm, dan lama gempa 12.79-20.13 detik.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Senin (4/5/2026), pukul 06.00-12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Sementara cuaca mendung, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 26.3°C. Kelembaban 80 persen. Tekanan udara 916.9 mmHg.

Baca juga: Dampak Penutupan TKP Senopati, Taman Pintar Yogyakarta Andalkan Drop Zone Jemput Rombongan Sekolah

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved