Aktivitas Gunung Merapi Pagi Ini Rabu 15 April 2026: Teramati Ada 13 Kali Guguran Lava

Gunung Merapi teramati mengalami 13 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi hari ini, Rabu (15/4/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengalami 13 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Rabu (15/4/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara untuk pengamatan kegempaan, tercatat 51 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-15 mm dan lama gempa 19.2-179.2 detik.

Selain itu tercatat pula 28 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-39 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 9.33-33.83 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 64.01 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah nihil.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Rabu 15 April 2026, Ini Wilayah di DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Cuaca berawan dan angin tenang ke arah utara.

Suhu udara sekitar 17.1-20°C. Kelembaban 96-99 persen. Tekanan udara 872.3-916 mmHg. Intensitas curah hujan 25 mm per hari.

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved