Sleman

Bupati Sleman Keluarkan Instruksi untuk Penanganan Covid-19

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengeluarkan instruksi tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Penanganan Terhadap Risiko Penularan infeksi Covid-19.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Bupati Sleman Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Sleman, Sri Purnomo mengeluarkan instruksi tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Penanganan Terhadap Risiko Penularan infeksi Covid-19.

Dalam instruksinya, Bupati meminta Kepala Perangkat Daerah, Kepala BUMN/BUMD, Kepala Instansi Vertikal dan PMI, Kepala Desa, serta Pimpinan Badan Usaha, Lembaga Swasta, dan Lembaga Masyarakat di Kabupaten Sleman untuk menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di lingkungan kerja masing-masing.

Memastikan fasilitas pelayanan pada instansi dan unit kerjanya bersih dan higienis, menunda atau membatasi perjalanan ke luar daerah.

Menunda kegiatan yang menghadirkan banyak orang kecuali kegiatan yang sangat penting dengan ketentuan menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Dinkes DIY : Tidak Ada Zona Merah Covid-19 di Yogyakarta

"Masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak panik. Menjaga kebersihan lingkungan serta melaksanakan budaya perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Selain itu juga meminta agar masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah yang tidak penting dan pertemuan dengan banyak orang.

Dan yang terpenting adalah dengan  melakukan perlindungan secara mandiri dengan membudayakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

"Apabila mengalami gejala panas, pilek, batuk, dan sesak nafas maka menggunakan masker secara mandiri, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Sedangkan untuk rumah sakit (RS) yang ada di Sleman, Bupati menginstruksikan agar setiap RS menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko penularan infeksi COVID-19.

Selain itu juga melakukan tata laksana kasus sesuai dengan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi COVID-19.

Tak Usah Panik, Cek Bedanya Jika Demam dan Batuk Biasa dan Akibat Infeksi Virus Corona

Ketersedian APD dan Ruang Isolasi

Sementar itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo saat ditanya tentang kesiapan RS di Sleman dalam menyiapkan APD, menjelaskan bahwa hampir semua RS mengeluh terbatasnya alat-alat tersebut.

APD yang dimaksud seperti gaun, kacamat, masker N95, penutup rambut, bahkan sepatu bot.

Joko menjelaskan saat ini pihaknya sedang dalam proses membantu RS dalam menyediakan APD tersebut.

"Bantuan itu akan lebih mudah jika Sleman masuk dalam kondisi KLB. Tapi karena tidak KLB, kami harap jiwa sosial mereka yang terdorong agar bisa mengadakan (sendiri)," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved