Kisah Inspiratif

Lebih Dekat dengan Rumah BaCa, Perpustakaan Buku Anak Berbahasa Inggris di Yogyakarta

Di Rumah BaCa pengunjung dapat membaca buku anak berbahasa Inggris. Hingga saat ini tak kurang dari 1.474 judul buku dengan 1.639 koleksi tersedia.

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Rumah BaCa di Jl. Gedongkuning memiliki perpustakaan buku anak berbahasa Inggris yang mungkin terlengkap di DIY. Didirikan oleh seorang doktor lulusan Inggris, Ganjar Widhiyoga. 

“Fokus di penerapan bahasa Inggris, bukan di menghafal grammar,” kata doktor lulusan Durham University itu.

Hal itu mereka buktikan dengan membuka klub-klub bahasa Inggris di Rumah BaCa.

Anak-anak usia pra sekolah hingga kelas 6 SD diajak belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan, seperti lewat berkebun, memasak kue dan berbagai makanan, serta membuat karya seni.

Sementara, ada kursus privat untuk anak usia SMP.

Setelah dua setengah tahun berdiri, tujuan menciptakan lingkungan berbahasa Inggris untuk sang anak berhasil ia wujudkan.

Banyak pula teman baru yang mau belajar jadi mensyukuri kemampuannya berbahasa Inggris.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Layani Tunanetra melalui Moli

“Alhamdulillah peserta klub di Rumah BaCa sebagian besar senang dengan metode kami dan mereka juga menunjukkan penguasaan bahasa Inggris yang terus meningkat,” ungkap Ganjar.

Pembelajaran bahasa Inggris di sana dapat diikuti oleh semua kalangan anak-anak.

Dengan membayar sejumlah uang pendaftaran untuk delapan kali pertemuan (dua bulan) per paket.

Bahkan, Ganjar dan Ari mendapati ada beberapa anak dengan latar belakang anak berkebutuhan khusus (ABK) yang juga berhasil meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.

Awalnya, anak tersebut agresif dan sering dicap nakal.

Tetapi, berkat dukungan dari orang tuanya, anak tersebut bisa tekun belajar bahasa Inggris.

“Perkembangan anak untuk belajar bahasa Inggris itu sangat tergantung pada dukungan orang tua. Sekarang anak tersebut sudah bisa membaca buku berbahasa Inggris dan memahami isinya,” jelas dosen Jurusan Hubungan Internasional di dua universitas swasta itu.

Sementara, untuk tujuan mengajak anak-anak senang membaca, ini yang menurut Ganjar belum berhasil.

Peminat perpustakaan Rumah BaCa tidak sebanyak yang ia perkirakan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved