Kisah Inspiratif

Lebih Dekat dengan Rumah BaCa, Perpustakaan Buku Anak Berbahasa Inggris di Yogyakarta

Di Rumah BaCa pengunjung dapat membaca buku anak berbahasa Inggris. Hingga saat ini tak kurang dari 1.474 judul buku dengan 1.639 koleksi tersedia.

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Rumah BaCa di Jl. Gedongkuning memiliki perpustakaan buku anak berbahasa Inggris yang mungkin terlengkap di DIY. Didirikan oleh seorang doktor lulusan Inggris, Ganjar Widhiyoga. 

Pengunjung juga dapat menemukan London Big Ben Phone Box (kotak telepon umum klasik yang berada di dekat Big Ben) jika memasuki salah satu ruangan di Rumah BaCa.

Namun, jangan kaget, kotak telepon setinggi orang dewasa itu ternyata hanya lukisan di sebuah jendela.

Kunjungi Tribun Jogja, Dwi Sasono dan Widi Mulia Promosikan Film Buku Harianku 

Di setiap sudut Rumah BaCa, kita juga akan melihat beraneka bentuk boneka, mainan, dan buku-buku yang jumlahnya ribuan.

Semua ini dibangun lewat tangan dingin Ganjar Widhiyoga.

Sepulang dari menempuh pendidikan doktor di United Kingdom, Ganjar bersama sang istri, Ari Pusparini, berniat mendirikan sebuah perpustakaan buku anak berbahasa Inggris.

Menurut mereka, hal itu selama ini belum ada di Yogyakarta.

Terlebih mereka sudah mengantongi ribuan koleksi buku anak yang dibeli selama lima tahun tinggal di negara Eropa Barat tersebut.

Buku-buku itu dibeli saat ada momen-momen bazar yang menawarkan diskon fantastis.

Hanya beberapa bulan setelah kepulangan mereka ke tanah air, Ganjar dan Ari membuka secara resmi Rumah BaCa pada 17 Agustus 2017.

Di Rumah BaCa pengunjung dapat membaca buku-buku anak berbahasa Inggris, mulai dari picture book (buku anak bergambar dengan sedikit tulisan) hingga novel-novel populer seperti Harry Potter dan Lord of The Rings dalam bahasa aslinya.

Hingga saat ini tak kurang dari 1.474 judul buku dengan 1.639 koleksi tersedia.

Bianca Hadir di Perpustakaan Kota Yogyakarta

Awal mulanya Ganjar dan Ari berpikir untuk menciptakan lingkungan berbahasa Inggris bagi anak mereka, Dzakka, yang sudah fasih berbahasa Inggris selama tinggal di sana.

“Jika tidak ada lingkungan yang mendukung, perlahan kemampuan berbahasa Inggris anak akan luntur. Itu salah satu latar belakang mendirikan Rumah BaCa,” ujar Ganjar.

Selain itu, ia menambahkan, alasan lain yang tak kalah kuat adalah ingin mengajak anak-anak belajar bahasa Inggris dengan menyenangkan.

Ini sekaligus menumbuhkan rasa suka membaca pada diri mereka.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved