Siswa SMP di Sleman Hanyut

Sultan Sampaikan Duka Mendalam, Temui Pihak Sekolah dan Orangtua Murid

Saya ikut prihatin dengan kejadian ini. Ini kan anak-anak SMP, yang kebetulan juga musim hujan. Jadi mestinya dekat sungai berbahaya, apalagi masuk.

Editor: ribut raharjo
Tribun Jogja/Andreas Desca
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas mengunjungi keluarga korban susur sungai di Turi, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas, Jumat (21/2) malam langsung datang ke SMPN 1 Turi untuk memantau langsung perkembangan pencarian korban susur sungai.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyempatkan berdialog dengan pihak sekolah. Ditegaskan Sultan, keselamatan anak jadi faktor utama dan jangan sampai tragedi ini terulang.

“Aktivitas boleh, tapi keselamatan jangan sampai dilupakan,” kata Sultan.
Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo menyebut, peristiwa hanyutnya siswa SMPN 1 Turi Sleman yang terjadi di Sungai Sempor merupakan kecerobohan pihak sekolah.

Sebab, kegiatan susur sungai dilakukan saat musim hujan.

Sultan juga bertemu dengan orangtua murid. Sultan berbincang dengan keluarga korban yang belum ditemukan.

Dia menyampaikan rasa belasungkawanya atas kejadian yang menimpa keluarga korban.

Terlihat jelas Raut muka kesedihan keluarga, bahkan mereka pun terus menitihkan air mata.

Seusai bersilaturahmi dengan keluarga murid, Sultan kepada pewarta menyampaikan rasa belasungkawanya.

"Saya ikut prihatin dengan kejadian ini. Ini kan anak-anak SMP, yang kebetulan juga musim hujan. Jadi mestinya di dekat sungai pun berbahaya, apalagi menyusuri sungai. Tapi apapun sudah terjadi," katanya.

Sultan juga menyampaikan bahwa dirinya sudah menyampaikan ke BPBD DIY, Sultan akan untuk mengeluarkan edaran.

"Selama musim hujan ini saya mohon anak-anak sekolah tanpa melihat kelompok masyarakat, tanpa melihat pendidikan entah SD, SMP, maupun SMA untuk menghindari acara program kegiatan, baik anak sekolah, pramuka atau asosiasi apapun untuk menghindari berada di pinggir sungai apalagi punya aktivitas yang Berkaitan dengan masuk ke sungai," tuturnya.

Lanjutnya, karena dengan musim penghujan ini kita harus menjaga keselamatan, itu nomor satu.

"Untuk sementara ini selama musim hujan jangan melakukan aktivitas di sungai karena membahayakan," tambahnya.

Sultan melanjutkan edaran tersebut tidak memandang alasan apapun.

"Entah itu alasannya untuk bersih desa ataupun bersih kali dan lainnya, ditunda saja dulu. Nggak usah pada waktu musim hujan," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved