Yogyakarta

Rumah Tan Jin Sing Dipadati Pengunjung PBTY

Dengan dibukanya Rumah Peranakan tersebut, ia berharap masyarakat menyadari bahwa akulturasi budaya sudah terjadi sejak dulu.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Suasana pameran rumah peranakan yang bertempat di Rumah Tan Jin Sing saat PBTY 2020, Rabu (05/02/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Salah satu rumah di kampung Ketandan, Yogyakarta cukup dipadati oleh pengunjung Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY).

Rumah tersebut tidak menjual makanan juga pernak-pernik.

Rumah tersebut merupakan tokoh Tionghoa yang cukup berpengaruh di Yogyakarta, yaitu Tan Jin Sing

Ketua RW 05, Ketandan, Tjundaka Prabawa mengungkapkan rumah Tan Jin Sing bukan rumah tinggal, namun kantor dagang.

Diperkirakan usianya sekitar 230 tahun.

Rumah tersebut pun sebelumnya tidak terurus, kemudian dibeli oleh Pemda DIY tiga tahun lalu.

Setelah restorasi, rumah Tan Jing Sing menjadi sangat indah.

Hampir 70 persen bangunan masih asli.

Berbagai Macam Pertunjukan Seni Budaya Meriahkan PBTY Ke-15

"Tan Jin Sing adalah sosok yang cukup berjasa untuk Yogyakarta. Dia sangat cerdas dan menguasai beberapa bahasa, selain Mandari, dia menguasai bahasa Inggris, Belanda, bahkan Jawa,"ungkapnya saat ditemui di Rumah Peranakan Tionghoa di Ketandan Yogyakarta, Rabu (05/02/2020).

"Dia juga berhasil negosiasi dengan Rafles. Dulu sempat terjadi selisih pendapat antara Sultan muda dan Sultan tua. Sultan tua ingin melawan Inggris, sementara Sultan muda tidak setuju. Akhirnya ya Tan Jin Sing ini diutus untuk nego dan berhasil," sambungnya.

Dengan dibukanya Rumah Peranakan tersebut, ia berharap masyarakat menyadari bahwa akulturasi budaya sudah terjadi sejak dulu.

Ia pun berharap agar masyarakat dapat belajar dan mendapat wawasan baru, khususnya terkait budaya Tionghoa.

Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain, dan menghilangkan kesan mayoritas dan minoritas.

"Harapannya rumah ini bisa menjadi museum peranakan, bukan hanya saat PBTY saja. Karena ini bagus untuk edukasi anak muda,"terangnya.

Liong Hingga Atraksi Reog Meriahkan Karnaval Pembukaan PBTY

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved