Yogyakarta
Rumah Tan Jin Sing Dipadati Pengunjung PBTY
Dengan dibukanya Rumah Peranakan tersebut, ia berharap masyarakat menyadari bahwa akulturasi budaya sudah terjadi sejak dulu.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Pameran rumah peranakan Tionghoa pun mendapat respons positif dari pengunjung. Salah satunya adalah Meta Nugrahita (20).
Dengan adanya pameran rumah peranakan, ia jadi tahu tentang budaya Tionghoa.
"Penasaran saja, karena bentuknya unik. Setelah melihat-lihat jadi tahu pakaian peranakan seperti apa, lalu fengsui juga, menambah wawasan. Sangat bagus sih. Nggak cuma main, tapi dapat ilmu juga,"kata warga Kotagede tersebut.
Hal itu pun diamini oleh Diaz adistri Candra (21).
Warga Tahunan tersebut tertarik masuk ke rumah peranakan karena melihat arsitekturnya yang unik.
Apalagi ia memang menyukai barang antik.
Dengan melihat rumah Tan Jin Sing, ia pun dapat melihat berbagai aksesoris peranakan yang digunakan oleh warga Tionghoa.
Ia pun senang karena kunjungannya menambah wawasan.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suasana-pameran-rumah-peranakan-yang-bertempat-di-rumah-tan-jin-sing.jpg)