Yogyakarta

Harga Meroket, BI DIY: Cabai Dijual Keluar

Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY (BI Kpw DIY) menyebut, faktor kenaikan harga cabai di sejumlah daerah di DIY merupakan imbas dari pasokan cabai d

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Kepala BI KPw DIY, Hilman Tisnawan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY (BI Kpw DIY) menyebut, faktor kenaikan harga cabai di sejumlah daerah di DIY merupakan imbas dari pasokan cabai di wilayah setempat dijual ke daerah lain.

"Sebenarnya di sejumlah sentra cabai stok masih ada dan harga naik kan bukan cuman di Jogja, sementara cabai kita kan juga dijual bukan hanya disini tapi juga ke daerah lain, jadi harga diluar berpengaruh ke dalam," kata Kepala BI KPw DIY, Hilman Tisnawan, Selasa (28/1/2020).

Kondisi cabai di wilayah DIY, lanjut Hilman, sebenarnya cukup banyak dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, imbas dari memenuhi kebutuhan di wilayah lainnya, DIY cenderung menjadi penerima harga dan berpengaruh terhadap harga jual.

Harga Cabai Melambung, Pemda DIY Sebut Faktor Cuaca dan Hama Jadi Penyebab

"Cabai kita sebenarnya melimpah tapi karena diluar kosong jadi (dijual) keluar, makanya naik," jelasnya.

Hilman mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dan mengupayakan dengan sejumlah TPID guna menekan tingginya harga cabai.

Sehingga, kenaikan harga diharapkan hanya akan berlangsung sementara di pasaran.

"Kita kan juga mesti lihat sentra cabai lain di tempat lain bagaimana ketersediaannya misalnya Jawa Tengah atau Sumatera, sehingga harapan kita harga bisa ditekan," ucap Hilman.

Pihaknya pun mengaku belum bisa memprediksi sumbangsih persentase kenaikan harga cabai rawit merah terhadap inflasi pada Januari 2020.

Harga Cabai Mahal, Pedagang di Pasar Beran Pilih Kurangi Pasokan

Namun demikian, BI memprediksi tingginya harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional disinyalir bakal menjadi penyumbang yang signifikan terhadap inflasi di DIY.

"Kalau persentase kita nggak bisa pastikan. Tapi lumayan cukup besar dan ini yang mesti kita jaga ya," katanya.

Hilman menjelaskan, pihaknya telah menetapkan target inflasi sebesar ± 3 pada tahun ini, namun dengan kondisi harga cabai yang tinggi dimungkinkan bakal jadi penyumbang yang signifikan pada bulan ini.

"Kalau secara keseluruhan kita kan hitungnya per tahun. Tapi bisa saja pada bulan ini cukup lumayan tinggi," tambahnya.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, tingginya harga cabai merupakan imbas dari permintaan yang cukup tinggi dan ketersediaan stok yang cenderung kurang.

Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan TPID terkait agar kebaikan harga dapat berangsur-angsur normal di pasaran. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved