Yogyakarta
Dokter Spesialis Sebut Virus Corona Tidak Ditemukan di Hewan Peliharaan
Neo corona virus atau 2019-nCov yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok disinyalir berasal dari ular dan kelelawar.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Neo corona virus atau 2019-nCov yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok disinyalir berasal dari ular dan kelelawar.
dr Munawarman Ghani Sp PD(KP) memaparkan, virus corona ini menyebar di Wuhan dari hewan ke manusia karena di sana terdapat pasar yang menjual daging hewan liar seperti ular dan kelelawar.
Disinggung soal kemungkinan virus corona menyebar melalui hewan peliharaan seperti ayam, kucing, hingga anjing, ia menepis hal tersebut.
• BREAKING NEWS : RSUP Dr Sardjto Bantah Adanya Pasien Pengidap Virus Corona
"Sejauh ini yang hampir 100 persen identik dengan virus yang ditemukan di hewan ular dan kelelawar. Dan di sana hewan itu memang dijual di sebuah pasar, mereka menjual hewan liar. Buaya pun ada, masih hidup," jelasnya, Selasa (28/1/2020).
"Tidak di semua hewan yang disampaikan itu (anjing, kucing, ayam, dll). Yang disinyalir adalah ular dan kelelawar," sambungnya.
Ia juga menjelaskan, neo corona virus ini memiliki masa inkubasi masuknya virus hingga timbul gejala yakni 2-14 hari.
"Jadi kalau sudah lebih dari dua minggu dari Wuhan, kemudian ada pneumonia atau peradangan paru oleh mikro organismenya berarti dia bukan corona virus yang baru, karena masa inkubasinya hanya sampai 14 hari," terangnya.
• 5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi
Lanjutnya, pada angka kematian dilaporkan lebih kecil dibanding MERS dan SARS yang sama-sama disebabkan oleh corona virus.
"Neo corona virus ini sekitar 3% kematiannya, ini cukup cepat karena kasus pertama dilaporkan pada 31 Desember 2019 nama kumannya seakan hanya berumur satu hari. Tapi belum ada satu bulan kasus di sana semakin bertambah," tuturnya.
Ia pun menegaskan agar masyarakat selalu melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atay handrub dengan antiseptik berbasis alkohol.
Utamanya selepas beraktivitas di luar ruangan, jika hendak makan, menyentuh mata, atau bibir agar terhindar dari kuman. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wabah-virus-corona-menyebabkan-penyakit-apa-begini-penjelasannya.jpg)