Gunungkidul

Prihatin Kondisi Sekolah di Gunungkidul, 1000 Guru Jogja Kembali Adakan Kegiatan Program TNT 19

Komunitas pendidikan 1000 Guru Jogja kembali mengadakan kegiatan Travelling and Teaching (TNT) ke 19.

Prihatin Kondisi Sekolah di Gunungkidul, 1000 Guru Jogja Kembali Adakan Kegiatan Program TNT 19
istimewa
Volunteer Komunitas pendidikan 1000 Guru Jogja saat mengikuti kegiatan Travelling and Teaching (TNT) ke 19 di SD Muhammadiyah Kutugan, Gunungkidul pada 17-19 Januari 2020 lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Komunitas pendidikan 1000 Guru Jogja kembali mengadakan kegiatan Travelling and Teaching (TNT) ke 19.

Kali ini, kegiatan dilaksanakan di SD Muhammadiyah Kutugan, Gunungkidul pada 17-19 Januari 2020 lalu.

Banyaknya jumlah calon volunteer yang mendaftar menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang yang peduli dengan dunia pendidikan.

Selain itu, volunteer yang mendaftar pun datang dari berbagai latar pendidikan dan daerah seperti Purwokerto, Sukabumi, Blitar, hingga Bogor.

Gandeng Pemda DIY, Sejumlah Perguruan Tinggi Ingin Wujudkan Transportasi Publik yang Bersahabat

Salah satu volunteer yang berasal dari Sukabumi, Rizal Hikmatullah mengatakan bahwa mengikuti kegiatan TNT 19 di DI Yogyakarta merupakan resolusi yang ia ingin lakukan sejak tahun 2019 namun baru tercapai di tahun 2020 ini.

"Alhamdulillah, akhirnya tahun ini saya diberi kesempatan untuk menjadi volunteer di 1000 Guru Jogja. Saya merasa begitu senang dan bersyukur sekali, karena banyak pengalaman yang bisa saya ambil dari kegiatan ini. Adanya kegiatan volunteer ini juga membuat saya ingin mengikuti kegiatan-kegiatan sosial lainnya," ucap Rizal, tempo hari.

Setelah melihat kondisi sekolah yang menjadi tempat melakukan Travelling and Teaching kemarin, Rizal pun ikut mengungkapkan harapan dan keinginannya terkait dunia pendidikan yang ada di Indonesia.

"Besar harapan saya untuk pemerintah kita agar lebih bisa mengkoordinir kesetaraan pendidikan di seluruh daerah. Untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana sekolah yang ada di wilayat terluar, tertinggal, dan terisolasi (3T), sehingga program wajib belajar dan program-program pendidikan lainnya dapat dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Komunitas mobil Double Cabin Indonesia Chapter Yogyakarta juga ikut andil dalam kegiatan TNT 19 ini mengatakan, kolaborasi antara 1000 Guru Jogja dengan Double Cabin Chapter Yogyakarta merupakan program yang sangat baik.

"Karena dengan adanya kolaborasi ini, Double Cabin bisa membantu pihak 100 Guru Jogja dalam hal transportasi, untuk mencapai tujuan tempat Travelling and Teaching yang sulit dijangkau. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat yang baik tidak hanya untuk anak-anak sekolah tetapi juga masyarakat sekitar," ujar Eko selaku perwakilan dari Double Cabin Yogyakarta.

Kegiatan Travelling and Teaching ke 19 oleh 1000 Guru Jogja ini tidak hanya memberikan bantuan dalam kebutuhan belajar siswa, tetapi juga ikut mengadakan pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat di sekitar sekolah.

"Semoga dengan adanya kegiatan 1000 Guru Jogja ini membuat siswa menjadi semangat dalam berprestasi serta mampu meningkatkan motivasi mereka untuk meraih cita-citanya. Selain itu, semoga kesan baik yang diterima teman-teman volunteer dapat dibagikan ke masyarakat yang lebih luas. Sehingga, akan ada lebih banyak lagi orang-orang yang peduli dengan sekolah di daerah pedalaman," papar Sandi selaku Ketua Komunitas 1000 Guru Jogja. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved