Kota Yogyakarta

Talut Ambrol di Serangan Ditangani Sementara

DPUPKP Kota Yogyakarta masih menangani kerusakan talut di wilayah Serangan yang ambrol beberapa waktu lalu secara sementara.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta masih menangani kerusakan talut di wilayah Serangan yang ambrol beberapa waktu lalu secara sementara.

Pasalnya, kewenangan perbaikan itu berada di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Namun demikian, DPUPKP menyebut telah berkoordinasi dengan pihak BBWSSO untuk segera melakukan pembangunan ulang agar kerusakan talut tidak menyasar pemukiman warga dan menganggu akses di sekitar wilayah tersebut.

“Itu talut sungai jadi kewenangannya ada di BBWSO. Kami sudah komunikasi dan akhir pekan ini akan melakukan koordinasi lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kota Yogya, Aki Lukman Kamis (9/1/2020).

BBWSO : Tiga Aliran Sungai di Yogyakarta Tercemar

Adapun talut yang longsor merupakan talut di Sungai Winongo yang berada di Kelurahan Notoprajan.

Talut tersebut longsor pada 3 Januari malam saat terjadi hujan lebat.

Talut mengalami kerusakan sepanjang 11 meter, tinggi empat meter dan lebar lima meter.

Sebelumnya, talut itu juga dilaporkan retak.

Sembari menunggu hasil koordinasi dengan BBWSO selaku instansi yang berwenang, Aki mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan penanganan sementara dengan tujuan untuk mengurangi potensi meluasnya kerusakan talut, terlebih hujan masih sering turun.

Di lokasi talut yang longsor juga telah ditutup dengan terpal.

“Masih penanganan secara sementara karena untuk penanganan secara permanen membutuhkan perencanaan, penganggaran hingga lelang,” katanya.

Komisi C Minta Talut Ambrol Segera Diperbaiki

Dia menyatakan, jika ke depan BBWSSO tidak melakukan perbaikan maka DPUPKP akan mengupayakan untuk diperbaiki secara permanen dengan menggunakan dana insidental.

Namun diakui hal itu masih dalam pengkajian.

Meski begitu, jika penanganan dilakukan secara permanen maka perbaikan tidak hanya dilakukan pada talut yang longsor saja melainkan bisa diperluas pada area yang berpotensi untuk ambrol.

Kepala BPBD Kota Yogya, Hari Wahyudi mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 300 karung untuk diisi dengan pasir guna penanganan awal kerusakan talut.

Selain itu, pihaknya juga sudah menutup lokasi yang longsor dengan terpal agar kerusakan tidak semakin meluas.

“Sementara ini masih begitu sambil menunggu dan juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk tindak lanjutnya," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved