UGM Bakal Tingkatkan Pengawasan dan Tata Kelola Vegetasi Berbasis Mitigasi

UGM berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan aparat setempat, dalam penanganan pascakejadian.

Tribun Jogja/Susilo Wahid
TUMBANG - Sebuah pohon randu berukuran cukup besar di komplek kampus UGM tumbang dan menimpa dua orang yang melintas di bawahnya, Sabtu (24/1/2026). Kedua korban dinyatakan tewas dalam kejadian ini 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal melakukan pengetatan pengawasan vegetasi di seluruh kawasan kampus. 
  • UGM berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah, dan aparat setempat, dalam penanganan pascakejadian. 
  • Dengan kolaborasi dengan pihak terkait, upaya pencegahan juga dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang. 

 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal melakukan pengetatan pengawasan vegetasi di seluruh kawasan kampus. 

Pengetatan kembali ini menjadi upaya untuk mengantisipasi pohon tumbang seperti yang terjadi di Jalan Notonegoro, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman sekitar pukul 10.30, Sabtu (24/1/2026) kemarin. 

Pohon randu dengan panjang kurang lebih 20 meter dan diameter sekitar 1 meter tersebut tumbang akibat angin kencang. 

Nahas, pohon tersebut menimpa dua pengendara motor yang melintas dan meninggal dunia. 

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana. menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban.

Melalui kerja sama yang baik dengan pihak terkait, UGM memberikan dukungan bagi keluarga korban. 

Tim Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) UGM telah melakukan penanganan di lokasi, bersama tim lain membantu proses evakuasi, dan mengantar korban ke RS Bhayangkara.

"Pemeliharaan dan inspeksi vegetasi di lingkungan kampus secara berkala telah dilakukan. Universitas memiliki tim khusus pengelolaan vegetasi yang secara rutin melakukan pemeriksaan kondisi pohon, termasuk pemangkasan dan penilaian risiko, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan sivitas UGM dan masyarakat di sekitar kampus," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (25/1/2026). 

"Menindaklanjuti kejadian ini, UGM akan melakukan pengetatan kembali terhadap pengawasan vegetasi di seluruh kawasan kampus. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan langkah mitigasi dapat diperkuat, khususnya dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem," sambungnya. 

Baca juga: Angin Kencang Melanda Sleman, Dua Orang Dilaporkan Meninggal dan 6 Luka-luka

Penanganan PascaBencana dan Pencegahan


Pihak UGM juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah, dan aparat setempat, dalam penanganan pascakejadian.

Dengan kolaborasi dengan pihak terkait, upaya pencegahan juga dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang. 

"Keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pengelolaan lingkungan kampus," ujarnya. 

Sebagai institusi pendidikan, UGM terus berkomitmen menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan keselamatan publik. 

Dengan jumlah ribuan pohon yang ditanam dan dirawat sebagai paru-paru hijau kawasan kampus, UGM akan terus meningkatkan tata kelola vegetasi secara bertanggung jawab dan berbasis mitigasi risiko. (*) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved