Angin Kencang Melanda Sleman, Dua Orang Dilaporkan Meninggal dan 6 Luka-luka
Angin kencang melanda wilayah Sleman dan dirasakan di 14 kapanewon, 33 kalurahan, dan 76 padukuhan di Kabupaten Sleman.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman sejak Jumat (23/1/2026) petang dan berlanjut hingga Sabtu (24/1/2026) hingga pukul 19.00 WIB.
- Fenomena ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan ringan bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat.
- BPBD Kabupaten Sleman melaporkan angin kencang dirasakan di 14 kapanewon, 33 kalurahan, dan 76 padukuhan di Kabupaten Sleman.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA. SLEMAN - Angin kencang melanda di Kabupaten Sleman sejak Jumat (23/1/2026) petang dan berlanjut hingga Sabtu (24/1/2026) hingga pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan analisis kondisi meteorologi, angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman dipicu oleh aktivitas angin kencang di lapisan udara atas yakni 925 mb (762 meter) di sekitar wilayah Jawa dengan kecepatan berkisar antara 10 – 45 Knots (18 - 83 km/jam).
Hal ini diakibatkan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana di sekitar Pantai Barat Laut Australia, sehingga dataran bertopografi yang cukup tinggi berpotensi terdampak oleh angin kencang tersebut.
Fenomena ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan ringan bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat.
Baca juga: Mengapa Angin di Sleman Hari Ini Bertiup Kencang, Begini Penjelasan BMKG
Laporan BPBD Sleman
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan angin kencang tersebut dirasakan di 14 kapanewon, 33 kalurahan, dan 76 padukuhan di Kabupaten Sleman.
Angin kencang tersebut membuat sejumlah pohon tumbang, fasilitas umum rusak, tempat usaha rusak, kerusakan jaringan listrik, dan lain-lain.
"Ada 96 pohon tumbang, kerusakan 18 jaringan listrik, 1 fasilitas umum rusak, 6 tempat usaha rusak. Total ada 117 titik kejadian," katanya, Minggu (25/1/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan 2 orang meninggal dunia karena tertimpa pohon tumbang.
Ada pula warga yang mengalami luka ringan, sedang, hingga berat.
"Satu luka ringan, empat luka sedang, dan 1 luka berat. Untuk warga yang mengalami luka ringan sudah ditangani PMI Sleman, lima lainnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ujarnya.
Ia menyebut potensi angin kencang masih dimungkinkan terjadi pada Minggu (25/1/2026).
Pihaknya pun menghimbau masyarakat untuk tetap waspada.
"Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, bangunan yang rentan, saat angin kencang terjadi," pungkasnya. (*)
| Kronologi Pasutri Lansia Ditabrak Pikap di Jalan Magelang Sleman, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Jasindo Edukasi Hidup Sehat dan Literasi Perlindungan Melalui Program Satyaraga di Tempel Sleman |
|
|---|
| Kloter Pertama, 354 Jemaah Calon Haji Asal Sleman Diberangkatkan, Tertua Usia 97 Tahun |
|
|---|
| Ada Bangunan Vila Diduga Berdiri di Kawasan Zona Hijau Candi Singo Sleman, DPRD dan Pemda Bisa Apa? |
|
|---|
| Laka Maut Fortuner vs Dua Beat di Jalan Jogja-Solo, 1 Pemotor Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Angin-Kencang-Landa-Sleman-Siang-Ini-Warga-Diminta-Waspada.jpg)