Data Dampak Cuaca Ekstrem di Kota Yogya, Atap Rumah Warga Saudagaran Porak Poranda

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Yogyakarta pada Minggu (5/4/2026) siang memicu rentetan bencana di Kota Yogya

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Dok. BPBD Kota Yogyakarta
POHON TUMBANG - Proses penanganan kejadian pohon tumbang di salah satu titik oleh personel BPBD Kota Yogyakarta, Minggu (5/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem melanda wilayah Kota Yogya pada Minggu siang dan menimbulkan sejumlah kerusakan di beberapa lokasi. BPBD dan instansi terkait langsung melakukan penanganan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Yogyakarta pada Minggu (5/4/2026) siang memicu rentetan bencana di sedikitnya tiga wilayah kemantren, yakni Gondokusuman, Jetis, dan Tegalrejo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta melaporkan insiden mulai dari pohon tumbang yang menimpa fasilitas publik hingga kerusakan atap rumah warga akibat terjangan angin.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menuturkan, BMKG sebelumnya memang sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.

Peringatan dini ini berlaku untuk seluruh wilayah yang ada di Kota Yogya.

Sesuai dengan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang dan petir pun melanda seluruh wilayah Kota Yogya pada Minggu (5/4/2026) siang.

Kondisi itu memicu terjadinya bencana berupa pohon tumbang dan angin kencang.

Di Kemantren Gondokusuman, dua insiden pohon tumbang dilaporkan terjadi di kawasan strategis Kotabaru.

Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Besok Senin 6 April 2026: Waspada Potensi Hujan Sedang-Lebat

Sebuah pohon Tabebuya setinggi 15 meter roboh menimpa bangunan klinik kecantikan di Jalan Sabirin.

Sementara itu, di Jalan Jenderal Sudirman, pohon Sono setinggi 12 meter juga tumbang dan sempat melintang di akses jalan utama.

"Statusnya sudah terkondisi. Tim gabungan dari TRC, DLH, serta TNI-Polri langsung melakukan pemotongan di lokasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas," ujar Nur Hidayat.

Selain pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Kemantren Jetis dan Tegalrejo. 

Di Kelurahan Gowongan (Jetis), dua atap rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kerusakan lebih serius terjadi di wilayah Sudagaran (Tegalrejo), di mana atap lantai dua sebuah rumah porak-poranda disapu angin.

"Sudah diproses asesmen. Kebutuhan mendesak warga adalah terpal untuk menutup bagian yang rusak supaya air hujan tidak langsung masuk ke rumah," jelasnya.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.

Selain menjaga kebersihan saluran air, warga diminta tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan turun.

"Masyarakat diminta menjauhi pohon besar saat hujan deras dan segera melapor melalui call center 0811-2828-911 jika mendapati insiden kebencanaan di wilayahnya,"pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved