Kota Yogya

Mengintip Eksistensi Seniman Malioboro di Tengah Perkembangan Era Digital

Dalam perkembangan berbasis digital saat ini, Wawan karib disapa, tetap bertahan menjadi seniman pelukis wajah konvensional.

Penulis: Andreas Desca | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Seorang seniman pelukis wajah, Setiawan, yang sudah hampir 10 tahun menjual jasanya dikawasan Malioboro 

Selain itu, lanjutnya, harga yang ditawarkan di media daring saat ini sangat beragam.

"Ada yang sangat murah, namun ada pula yang mahal," tuturnya.

Pria yang mengaku pernah melayani lukisan pelawak Eddy Gombloh ini menceritakan bahwa dia mematok harga yang cukup beragam untuk karya yang dihasilkannya.

"Untuk lukisan sketsa wajah, biasanya harganya Rp 100 ribu. Tapi untuk lukisan karikatur, itu sekitar Rp 300 ribu dan pengerjaannya selama satu hari," jelasnya.

UPT Malioboro Sambut Baik Rancangan Area Khusus Merokok

Selain itu, tambahnya, dia juga bisa melayani permintaan pembuatan lukisan khusus.

"Tapi memang harganya berbeda, disesuaikan dengan dimensi lukisan yang diminta," jelasnya.

Sebagai seniman yang sudah terbilang cukup lama menekuni dunia lukis konvensional ini, dia masih memiliki satu harapan yang belum bisa tercapai sampai saat ini.

"Harapannya bisa ikut pameran, salah satunya ARTJOG. Selama ini belum pernah bisa lolos seleksi. Tiap tahun kualifikasinya makin berat," jelasnya.

Walaupun berat, dia pun tidak putus asa untuk menggapai harapannya tersebut. (TRIBUNJOGJA.COM)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved