Yogyakarta

Dirut AP1 Sebut Qatar Airways Seriusi Buka Rute Langsung ke YIA

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) 1 Faik Fahmi mengatakan akan lebih banyak lagi penerbangan internasional menuju Yogyakarta.

Dirut AP1 Sebut Qatar Airways Seriusi Buka Rute Langsung ke YIA
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Dirut PT Angkasa Pura (AP) 1 Faik Fahmi (kanan) bersama General Manager PT AP 1 Yogyakarta Agus Pandu Purnama (kiri) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) 1 Faik Fahmi mengatakan akan lebih banyak lagi penerbangan internasional menuju Yogyakarta.

Peningkatan jumlah penerbangan internasional didukung oleh Yogyakarta International Airport (YIA) yang dipastikan siap beroperasi penuh pada 29 Maret 2020.

Salah satu yang cukup serius terkait rute penerbangan langsung menuju YIA adalah maskapai asal Timur Tengah, Qatar Airways.

"Pihak Qatar sudah meminta data dan melakukan review dalam waktu 6 bulan," ungkap Faik di Swiss-Belboutique Hotel Yogyakarta, Jumat (13/12/2019) kemarin.

Bandara YIA Segera Beroperasi Penuh, Tarif KA Bandara Direncanakan Naik di Kisaran Rp60 Ribu

Menurut Faik, pihak Qatar melakukan pertemuan dan berdiskusi dengan AP 1 sejak November lalu.

Ia pun memperkirakan Qatar Airways akan beroperasi di YIA mulai Juni 2020.

Selain Qatar Airways, sejumlah maskapai internasional lainnya sudah lebih dulu menunjukkan ketertarikan untuk membuka penerbangan langsung menuju YIA.

"Jetstar dan Emirates misalnya, akan membuka rute tak lama setelah YIA beroperasi penuh nanti," kata Faik.

AP 1 menilai kehadiran maskapai internasional di YIA menjadi peluang yang sangat baik.

Selain menghubungkan Yogyakarta, YIA juga akan berdampak positif pada daerah di Jawa Tengah yang dekat dengan bandara, seperti Purworejo dan Kebumen.

Angkasa Pura 1 Siapkan Posko Natal dan Tahun Baru

Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP 1 Devi Suradji mengatakan para maskapai internasional tersebut justru tidak ingin menggunakan armada pesawat jenis narrow-body.

Pesawat jenis ini umumnya mampu memuat sekitar 160 penumpang, salah satunya adalah Boeing 737.

"Mereka ingin langsung menggunakan armada wide-body yang mampu mengangkut penumpang lebih banyak ke YIA," jelas Devi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved