Yogyakarta

Uji Geolistrik di Kelok 18 dan JJLS Dianggarkan Rp 1,2 Miliar

Pengujian Geolistrik untuk proyek Kelok 18 dan juga Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dianggarkan senilai Rp 1,2 miliar di tahun 2020.

Uji Geolistrik di Kelok 18 dan JJLS Dianggarkan Rp 1,2 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Sejumlah alat berat tengah digunakan untuk meratakan dan mengepras bukit kapur di proyek pembangunan JJLS ruas Jerukwudel-Baran-Duwet, Girisubo, Gunungkidul, Rabu (27/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Pengujian Geolistrik untuk proyek Kelok 18 dan juga Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dianggarkan senilai Rp 1,2 miliar di tahun 2020.

Hal ini merupakan salah satu antisipasi untuk menghindari luweng atau sungai bawah tanah yang berada di kawasan proyek.

“Kami anggarkan uji geolistrik di tempat yang ditengarai ada bolong-bolong atau Luweng. Anggaran Rp 1,2 miliar di DPUESDM dan dilelangkan tahun 2020,” ujar Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, Kamis (12/12/2019).

Uji Geolistrik Direkomendasikan untuk Pekerjaan Kelok 18

Huda menyebutkan, di seluruh jalur yang akan dilalui JJLS diperkirakan ada beberapa tempat yang paling urgen untuk lubang bawah tanah ini.

Hal ini untuk menghindari jalan ambles jika dilalui dan tidak diuji terlebih dahulu.

“Kalau di tempat suspek luweng dibangun jalan, kalau nanti ambles khan berbahaya,” ujar Huda.

Menurut Huda, ada kemungkinan potensi lubang di bawah tanah di sekitar lokasi yang akan dibangun.

Pihaknya pun sudah pernah membahas dalam daftar isian masalah pada saat pembahasan rapat.

Pihaknya pun merekomendasikan untuk uji geolistrik di trase kelok 18.

Halaman
12
Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved