Yogyakarta
Uji Geolistrik Direkomendasikan untuk Pekerjaan Kelok 18
Hal ini karena Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyebutkan dalam berbagai kesempatan pembahasan Kelok 18 sudah memberikan catatan.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan legislatif meminta pemerintah berhati-hati dalam pengerjaan kelok 18.
Hal ini karena Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyebutkan dalam berbagai kesempatan pembahasan Kelok 18 sudah memberikan catatan.
Juga perlunya uji geolistrik untuk memastikan kawasan aman dari konstruksi.
Menurut Huda, ada kemungkinan potensi lubang di bawah tanah di sekitar lokasi yang akan dibangun.
Pihaknya pun sudah pernah membahas dalam daftar isian masalah pada saat pembahasan rapat.
• Warga Lokal Bisa Ikut Membangun Kelok 18
Pihaknya pun merekomendasikan untuk uji geolistrik di trase kelok 18.
“Kalau memang bahaya ya harus diubah trasenya,” ujarnya.
Uji geolistrik untuk memastikan kawasan tersebut aman ketika dibangun adanya kelok dengan pilar yang banyak.
Ketua DPD HPJI DIY, Tjipto Haribowo menjelaskan, untuk pekerjaan kelok 18 cukup berat mengingat medannya cukup ekstrem.
Hal ini, ujar dia, harus banyak melakukan pemotongan dan pengurugan (cut and fill) dan penggalian (excavation).
Dia menjelaskan, khusus untuk kelok 18 perlu penguatan tebing/lereng dan drainase bawah tanah atau subdrain.
• Menikmati Rute Tanjakan Panggang dan Kelokan Siluk
Semuanya itu memerlukan perencanaan atau DED yang cukup rumit dan teliti.
Untuk jalan dengan kontur geometrik yang naik turun dan berkelok-kelok tentunya memerlukan lahan yang lebih luas.
“Dan ujung akhirnya adalah ketersediaan dana, baik untuk pembebasan lahan maupun konstruksinya. Untuk ruas jalan dengan empat lajur tentunya akan lebih banyak lagi dana yang diperlukan,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)