Yogyakarta

Perubahan Nomenklatur Kecamatan dan Desa Ditarget Tahun 2020

Pemda DIY menargetkan perubahan nomenklatur desa dan kecamatan di seluruh DIY bisa dimulai pada tahun 2020 mendatang.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Paniradya Pati DIY, Beny Suharsono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY menargetkan perubahan nomenklatur desa dan kecamatan di seluruh DIY bisa dimulai pada tahun 2020 mendatang.

Pilot nomenklatur ini akan dimulai dari Kabupaten Kulonprogo.

"Piloting pertama adalah Kulonprogo kemudian Gunungkidul, Bantul dan Kota. Untuk Sleman masih menunggu persetujuan dengan DPRD baru, " ujar Paniradya Pati DIY, Beny Suharsono, akhir pekan lalu.

Nantinya, sebanyak 78 kecamatan di Kota dan Kabupaten akan berganti nama.

Untuk 14 kecamatan di Kota akan menjadi Kemantren yang dipimpin oleh Mantri.

Alokasi Pembahasan Raperda Triwulan I Akan Bahas Perubahan Nomenklatur Kelembagaan

Sementara, untuk 64 kecamatan di kabupaten akan berganti menjadi Kapanewon yang dipimpin oleh seorang penewu.

Bahkan, salah satu kecamatan di Sleman pun sudah menggunakan nomenklatur ini.

"Banyak yang bangga camatnya disebut dengan Penewu, " ujar Beny.

Untuk desa, Beny menyebut akan berganti menjadi Kalurahan.

Sehingga kepala desa nantinya akan berganti menjadi lurah sebutannya.

Untuk 45 kelurahan di kota pun tetap menggunakan administratif ini.

"Nanti juga akan muncul Carik, Jogoboyo dan sebagainya," katanya.

Perubahan nama ini, kata Beny yang paling penting adalah menyiapkan tiga hal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved