Ini Alasan Kenapa Pasar Malam Sekaten Tahun Ini Ditiadakan
Salah satu alasan tidak diadakannya pasar malam sekaten tahun ini lantaran ingin mengembalikan kondisi alun-alun utara Yogyakarta jadi lebih bagus
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Mona Kriesdinar
Perhelatan tahunan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) tahun ini ditiadakan.
Hal ini diungkapkan GKR Bendara bersama Penghageng KHP Kridhomardowo KPH Notonegoro usai jumpa media perayaan sekaten di Bale Raos, Kamis (3/10/2019).
• Viral Unggahan Slip Gaji di Instagram, Ini Penjelasan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono
Alasan Pasar Malam Sekaten Tahun Ini Ditiadakan
"Keputusan dari siapa, memang ini dawuh dari Ngarsa Dalem. Ngarsa Dalem memang sempat dawuh kalau alun-alun itu setiap tahun dipakai pasar malam itu tidak akan pernah bisa bagus jadi coba dilakukan dua tahun sekali," kata KPH Notonegoro kepada media.
• Tempat Wisata Populer Yogyakarta, Musiman tapi Instagramable dari Taman Bunga hingga Sekaten
Menurutnya, penggunaan pasar malam sekaten di Alun-alun Utara malah meninggalkan sejumlah masalah baru.
Seperti rumput menjadi rusak hingga masalah sampah yang membuat Alun-alun terlihat kotor.
Menurut KPH Notonegoro, salah satu alasan tidak diadakannya pasar malam sekaten tahun ini lantaran memang ingin mengembalikan kondisi alun-alun utara Yogyakarta menjadi lebih bagus.
"Kemungkinan dua tahun sekali karena dawuh Ngarsa Dalem sendiri supaya kondisi alun-alun lebih bagus. Kalau tahun depan kondisinya belum bagus, mungkin juga sekaten ditiadakan lagi tapi masih mungkin ya, belum tahu seperti apa. Yang jelas tahun ini break dulu untuk kondisi alun-alun biar lebih baik," tandasnya.
Mengembalikan Ruh Sekaten
Lebih dari itu, pihaknya menjabarkan bahwa sejatinya perayaan pasar malam sekaten bukanlah bagian dari sekaten secara langsung.
• Insiden Kabin Bianglala Sekaten Terbalik, Masyarakat Tak Perlu Resah ke Sekaten
GKR Bendara menambahkan alasan lain ditiadakannya Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) karena memang ingin mengembalikan ruh dari sekaten itu sendiri.
Menurutnya saat ini orang mulai lupa bahwa sekaten adalah syiar dan dakwah agama.
"Intinya mengembalikan sekaten dan makna dari sekaten itu sendiri. Karena saat ini banyak orang mulai lupa keaslian dari gerebek sekaten itu sendiri. Spiritnya untuk apa. Orang datang sekaten itu sekarang justru hanya untuk ke pasar malam," bebernya.
• Ratu Tong Stand Pasar Malam Sekaten Yogyakarta, Pengakuan Penunggang Motor Bergambar Hello Kitty
Lebih lanjut, pihaknya akan menggelar gerebek sekaten dengan konsep yang kembali pada zamannya terdahulu. Kegiatan akan dipusatkan di Masjid Agung.
Rangkaian Gerebek Sekaten
Gerebek Sekaten sendiri akan dimulai dengan prosesi Miyos Gangsa, dilanjutkan dengan Hajad Dalem Garebeg Mulud dan diakhiri dengan Kondur Gangsa.
Rangkaian acara akan dimulai pada 1-9 November 2019 mendatang.
Bersamaan dengan pelaksanaan Hajad Dalem Sekaten ini, kraton akan memberi pameran budaya yang diselenggarakan di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran Kraton dan Kagungan Dalem Kompleks Sitihinggil.
Stand kuliner juga akan disediakan di lokasi tersebut.
"Maka kita coba kembalikan semangat sekaten kembali ke awalnya, ini kesempatan sekalian juga untuk mengondisikan alun-alun supaya bisa lebih baik," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kabin-penumpang-wahana-bianglala-sekaten-terbalik-sejumlah-penumpang-nyaris-jatuh.jpg)