Kesehatan

Begini Cara Atasi Trauma setelah Mengalami Kecelakaan Lalu Lintas

Trauma setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sangatlah wajar terjadi dan bahkan berpotensi mengalami post-traumatic stress disorder ( PTSD).

Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi kecelakaan 

Sebaliknya, ada lebih banyak dukungan terhadap bagaimana seseorang menanggapi atau merasakan kecelakaan itu.

Sebagai contoh, sebuah studi menemukan, persepsi bahwa hidup kita dalam bahaya adalah faktor prediksi terkuat untuk PTSD enam bulan setelah trauma.

Kecelakaan yang Pernah Terjadi di Tol Cipularang dan Purbaleunyi, Mobil Saiful Seolah Tersapu Angin

Studi lain menemukan perilaku menghindar dan menyembunyikan pikiran tentang kecelakaan mobil, merenungkan peristiwa traumatis dan pemisahan diri paling kuat terkait dengan gejala PTSD dua hingga enam bulan setelah kecelakaan.

Persepsi yang kuat bahwa hidup kita dalam bahaya selama kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan perilaku menghindar.

Misalnya, menghindari naik mobil atau pergi ke jalan raya.

Perilaku tersebut dapat meningkatkan kemungkinan PTSD.

Penghindaran juga memperkuat keyakinan bahwa mengemudi itu berbahaya.

Pola pikir inilah yang membuat rasa takut tersebut bertahan dalam diri.

Menghindari pikiran dan emosi dapat mengganggu proses emosi kita secara sehat, yang juga dapat meningkatkan risiko PTSD.

Korban Selamat Ceritakan Kengerian Kecelakaan Maut Tol Cipularang, Seperti di Film Fast and Furious

Yang harus dilakukan Kecelakaan lalu lintas adalah peristiwa yang mengerikan, sehingga PTSD bisa terjadi pada korbannya.

Beberapa dampak lainnya meliputi:

- Perasaan gelisah dan peningkatan denyut jantung ketika menghadapi hal-hal yang mengingatkan pada peristiwa tersebut. Misalnya, mendengar klakson atau decit rem kendaraan bisa secar otomatis mengaktivasi respons rasa takut.

- Rasa berada di ujung maut ketika berkendara. Mungkin juga ada perasaan mudah kaget ketika berada dalam kendaraan.

- Lebih berhati-hati dan cenderung mengawasi sekitar terutama pada sumber-sumber potensi ancaman. Misalnya, ketika ada orang yang mengemudi sangat kencang.

- Menghindar. Hal ini dilakukan sebab kecemasan seringkali timbul setelah peristiwa kecelakaan lalu lintas. Hal ini alami terjadi jika orang yang pernah menjadi korban kecelakaan menghadapi situasi atau pengalaman serupa.

Viral Video Rekaman Detik-detik Kecelakaan Tol Cipularang, Gubrakkk! Terdengar Teriakan Allahuakbar

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved