Pilkada Bantul 2020

Pilkada Bantul 2020, Partai Demokrat Sodorkan Pasangan Abdul Halim - Nur Rahmat

Pilkada Bantul 2020, Partai Demokrat Sodorkan Pasangan Abdul Halim - Nur Rahmat

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Spanduk bertuliskan selamat datang Abdul Halim Muslih dan Nur Rahmat JP sebagai calon Bupati dan wakil Bupati Bantul terpasang dalam acara senam sehat di Dusun Merten Desa Gadingharjo Sanden Bantul, Minggu (18/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Bantul kian menghangat.

Meski pilkada baru akan digelar pada 2020, sejumlah partai politik sudah ancang-ancang dan menjalin komunikasi untuk menggodok nama-nama potensial yang digadang bakal menduduki kursi Bantul satu.

Penjajakan masing-masing bakal pasangan calon terus dilakukan.

Salah satunya dengan 'menjodohkan' Ketua DPC PKB yang saat ini menjabat Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dengan Nur Rahmat JP, ketua DPC Demokrat Kabupaten Bantul.

Penjajakan bakal pasangan calon tersebut, bukan isapan jempol belaka.

Dalam kegiatan jalan sehat di Dusun Merten, Desa Gadingharjo, Sanden pada Minggu (18/9/2019) terpasang sebuah spanduk bertuliskan selamat datang, Abdul Halim Muslih dan Nur Rahmat JP, sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul.

Nur Rahmad Diusung Partai Demokrat di Pilkada Bantul 2020

Nur Rahmat mengklaim bahwa spanduk tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat.

Menurut dia, saat menjabat sebagai anggota dewan dua periode, masyarakat Sanden adalah bagian dari binaan.

Sehingga wajar bagi dia ketika ada warga yang mengetahui bahwa Demokrat telah mengusung satu nama maju Pilkada, maka warga dengan cepat merespon.

"Ini murni inisiatif dari masyarakat. Mereka mengundang saya dan merasa pas dengan Pak Abdul Halim," aku dia.

Nur Rahmat mengatakan komunikasi dengan partai bergambar bola dunia dengan bintang sembilan itu sejauh cukup intens.

Bahkan aspirasi dari masyarakat dan para kader menginginkan dirinya maju Pilkada bersama Abdul Halim Muslih.

"Tentu ketika nantinya ada kecocokan, maka pasangan Abdul Halim dan Nur Rahmat bisa saja akan terjadi," kata dia.

Meski demikian, Nur Rahmat mengakui bahwa politik sangat dinamis. Proses menuju tahapan pilkada masih panjang, sehingga kemungkinan-kemungkinan kedepan masih bisa terjadi. Terlebih belum ada deklarasi maupun surat rekomendasi dari pusat.

Bentuk Tim Pemenangan

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved