Bantul

Kisah Syekh Maulana Maghribi: Sang Penurun Raja Jawa

Banyak kisah lampau hingga kini masih terpatri apik. Salah satunya makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Bantul.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Juru kunci makam yang juga sebagai koordinator Abdi dalem Parangkusumo, Mas Panewu Surakso Jaladri tengah berada di makam syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Bantul. 

Pernikahan keduanya melahirkan trah Ki Ageng Getas Pendawa, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Nis, lalu Ki Gede Pemanahan.

Ki Gede Pemanahan memiliki putra bernama Danang Sutawijaya.

Kelak, dikemudian hari Ia lebih dikenal dengan gelar Panembahan Senopati.

Pendiri Kesultanan Mataram dan juga dikenal sebagai sosok peletak dasar kesultanan.

Bertahta tahun 1587 - 1601.

Penembahan Senopati kemudian digantikan oleh Kanjeng Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati.

Bertahta tahun 1601 - 1613.

Kemudian berlanjut ke Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Naik tahta 1613 - 1645.

Di bawah kepemimpinan Sultan Agung, Mataram berkembang menjadi kerajaan besar di tanah Jawa dan Nusantara kala itu.

Video Masjid Soko Tunggal, Ada Kisah Umpak Petilasan Sultan Agung

Dari silsilah tersebut. .."Syeh Maulana Maghribi bisa dikatakan sebagai penurun raja-raja di tanah Jawa," kata Mas Panewu Surakso Jaladri.

Ramai Dikunjungi Peziarah

Makam syekh Maulana Maghribi berada di atas sebuah bukti di Parangtritis.

Untuk berkunjung kesana, peziarah harus naik jalan kaki melewati ratusan anak tangga. Makamnya berada dipuncak.

Di komplek area makam terdapat pendopo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved