Bantul
Kisah Syekh Maulana Maghribi: Sang Penurun Raja Jawa
Banyak kisah lampau hingga kini masih terpatri apik. Salah satunya makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Bantul.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
"Syarat pertama, masyarakat jangan dipaksa. Memeluk agama harus dengan suka rela," terangnya.
Permintaan itu oleh Syekh Maulana Maghribi disanggupi.
Hingga akhirnya, berkelindan waktu, Islam kini bisa berkembang dan menyebar menjadi agama yang dianut oleh hampir mayoritas masyarakat Parangtritis dan sekitarnya.
Syarat selanjutnya, agama Islam jangan hanya disebarkan bersifat lahir semata, akan tetapi juga batin.
Masyarakat Jawa, kata mas penewu Surakso Jaladri sudah dari zaman dahulu dikenal memiliki olah kebatinan yang tinggi.
"Antara lahir dan batin ini harus seimbang. Islam ini disebarkan dengan lahir dan batin. Jadi jika ada ustad kemudian diundang untuk menyampaikan agama, tapi dipikiran terbersit. Ini nanti amplopnya berapa. Itu tidak bisa," katanya, lalu terkekeh.
"Antara hati dan pikiran harus menyatu,"
Penurun Raja Jawa
Berdasarkan silsilah garis keturunan yang tertera di kompleks makam.
Syekh Maulana Maghribi diketahui merupakan putra dari Nyai Tabirah, keturunan dari Syeh Majidil Qubro.
Ia menikah dengan Dewi Rosowulan yang tidak lain merupakan saudara kandung dari Sunan Kalijaga (Raden Sahid), putra dari RT Wilatikta.
Pernikahan tersebut dikaruniai anak bernama Joko Tarub II.
Joko Tarub II menikah dengan Dewi Nawangwulan yang kemudian dikaruniai putri bernama, Dewi Nawangsih.
Dewi Nawangsih ini kemudian menikah dengan R. Bondan Gejawan.
Ia adalah putra dari Prabu Brawijaya V.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/juru-kunci-makam-yang-juga-sebagai-koordinator-abdi-dalem-parangkusumo.jpg)