Bantul

Kisah Syekh Maulana Maghribi: Sang Penurun Raja Jawa

Banyak kisah lampau hingga kini masih terpatri apik. Salah satunya makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Bantul.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Juru kunci makam yang juga sebagai koordinator Abdi dalem Parangkusumo, Mas Panewu Surakso Jaladri tengah berada di makam syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul bukan hanya menghadirkan keindahan pantai dan panorama alam semata, tetapi sarat akan nilai dan kekayaan sejarah.

Banyak kisah lampau hingga kini masih terpatri apik. Salah satunya makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Bantul.

Juru kunci yang juga merupakan koordinator Abdi Dalem Parangkusumo Mas Panewu Surakso Jaladri saat ditemui Kamis (25/7/2019) menceritakan Syekh Maulana Maghribi, konon merupakan penyebar agama Islam generasi pertama di tanah Jawa.

Ia adalah tokoh besar yang berasal dari Maroko, Afrika bagian Utara.

Ada Makam Keramat Syekh Hasan di Gunung Salak

"Untuk keperluan apa beliau datang ke Parangtritis? Untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa," tuturnya.

Ketika sampai di Parangtritis, diceritakan dia, Syeh Maulana Maghribi bertemu dengan Joko Dandung dan Joko Jantrung.

Konon, keduanya adalah putra dari Raja terakhir Majapahit, Brawijaya V.

Namun, ada yang menyebutkan bahwa Joko Dandung dan Joko Jantrung hanya bersahabat.

Satu perguruan.

Dikemudian hari, Joko Dandung dan Joko Jantrung ini diketahui adalah nama lain dari Syekh Bela-Belu dan Syekh Damiaking.

Makam kedua tokoh ini berada di gunung Banteng, Parangtritis.

Tidak terlalu jauh dari makam Syekh Maulana Maghribi.

Kisah Mbah Panggung, Murid Syekh Siti Jenar yang Tak Mempan Saat Dihukum Dibakar Hidup-hidup

Dikatakan Mas Panewu Surakso Jaladri, Joko Dandung dan Joko Jantrung saat bertemu dengan Syekh Maulana Maghribi, kala itu masih memegang teguh agama nenek moyang.

Hindu dan Budha.

Kedatangan Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis--yang bertujuan untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa--direstui oleh keduanya dengan sejumlah persyaratan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved