Sleman

KPU Sleman Evaluasi Tata Kerja Adhoc

KPU Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan evaluasi pembentukan dan tata kerja badan penyelenggara adhoc Pemilu 2019 pada akhir pekan kemarin.

KPU Sleman Evaluasi Tata Kerja Adhoc
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kantor KPU Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan evaluasi pembentukan dan tata kerja badan penyelenggara adhoc Pemilu 2019 pada akhir pekan kemarin.

Beberapa kesimpulan telah dicatatat sebagai bahan evaluasi agar pemilu ke depan dapat berjalan lebih lancar.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi saat dijumpai Senin (1/7/2019) mengatakan dalam Pemilu 2019 kemarin hal yang menonjol di Kabupaten Sleman adalah Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang tidak mendapatkan surat suara.

Membludaknya DPTb di Sleman membuat petugas TPS harus bekerja lebih keras, terutama di Kecamatan Depok.

Trapsi mencatat, saat Pemilu kemarin terdapat 84 ribuan DPT di Kecamatan Depok.

Sedangkan jumlah DPTb di Depok mencapai 11 ribuan.

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Surat suara cadangan untuk DPTb yang hanya disediakan 2% tentu tak bisa mencukupi kebutuhan tersebut.

"Sehingga surat cadangan tidak mencukupi, walaupun kita sudah siapkan skema pergeseran surat suara. Pergeseran itu dilakukan antar TPS yang surat suaranya berlebih," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Sementara dari total jumlah DPTb di Sleman mencapai 23 ribu orang, dan terbanyak di wilayah Kecamatan Depok.

Trapsi mengatakan DPTb lainnya berada menyebar di beberapa kecamatan baik di Turi, Pakem dan Kalasan dan di sana relatif bisa terpenuhi kebutuhan surat suaranya.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved