Pemilu 2019

Hanya 177 dari Total 345 Warga Binaan di Lapas Narkotika Pakem yang Masuk DPTb

Hanya 177 Warga Binaan di Lapas Narkotika Pakem yang Masuk Daftar Pemilih Tetap Tambahan .

Hanya 177 dari Total 345 Warga Binaan di Lapas Narkotika Pakem yang Masuk DPTb
Tribun Jogja/ Santo Ari
Seorang warga binaan lapas narkotika Pakem melakukan simulasi pemilihan suara, Kamis (11/4/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Warga binaan atau narapidana yang menghuni Lapas Narkotika kelas IIA Pakem, Sleman mendapatkan sosialisasi dan simulasi pencoblosan dari KPU Sleman, Kamis (11/4/2019).

Berdasarkan hasil pendataan, tak semua warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya. Sebanyak 168 warga binaan terpaksa golput karena tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) asal mereka.

Supar, Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan (Kasi Binadik) Lapas Narkotika Pakem mengatakan dari 345 warga binaan yang menghuni lapas, terdapat 177 orang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb).

Baca: 178 Warga Binaan di Lapas Wirogunan Belum Dapat NIK

Sebanyak 168 warga binaan tak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak masuk dalam DPT asal mereka.

"Di sini tidak ada DPT karena warga binaan kami tidak ada yang berdomisili dari Pakem. Sedangkan warga binaan yang masuk DPTb mendapatkan haknya malalui A5," jelas Supar.

Baca: Pemilih Pemula di Lapas Wirogunan Hampir 50 Persen dari Total Pemilih

Supar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PPS, PPK dan KPU dengan harapan seluruh warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya. Bahkan pihak Lapas juga aktif sosialisasi ke warga binaan agar tidak golput.

Ia menekankan bahwa bagaimanapun seluruh WNI yang memenuhi syarat, memiliki hak memilih dalam Pemilu. Namun disi lain ada ketentuan yang mengatur yang akhirnya membuat warga binaan tidak bisa memberikan hak pilihnya.

"Kita perjuangkan semua warga binaan mendapatkan hak pilih. Jangan sampai golput, kita beri bimbingan agar jangan ada yang golput," terangnya.

Baca: Proses Pengepakan Selesai Besok, Logistik Pemilu 2019 Siap Didistribusikan oleh KPU Sleman

Adapun dari catatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY, terdapat delapan lapas dan rutan yang tersebar di DIY, dengan total warga binaan 1661 orang.

Dari jumlah tersebut, 9 orang warga binaan masuk dalam DPT dan 875 warga binaan masuk dalam DPTb.

Sedangkan kendala warga binaan tak dapat menggunakan hak pilihnya, yakni karena belum masuk DPT, di bawah umur, tidak memiliki NIK dan ada yang merupakan warga negara asing (WNA).(tribunjogja)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved