PWNU DIY Ajak Warga Sukseskan Pesta Demokrasi Pemilu 2019

Momentum pemilu sepatutnya dijadikan momentum untuk memilih putra putri bangsa terbaik dalam menjaga roda pemerintahan

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Deklarasi mensukseskan Pemilu 2019 dilakukan oleh jajaran pengurus wilayah NU DIY bersama Komandan Korem 072 Pamungkas dan Kapolda DIY di Gedung PMII Yogyakarta, Sabtu (9/3/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memanasnya suhu politik menjelang pemilihan umum 2019 membuat masyarakat seolah terbelah menjadi dua kutub.

Gesekan antar pendukung bukan mustahil jika hal tersebut terus dibiarkan.

Untuk mereduksi hal tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY mengajak para nahdliyin (umat NU) untuk tidak ikut-ikutan memanaskan kondisi jelang pemilu tersebut.

Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmi Akbar Idris, mengatakan momentum pemilu sepatutnya dijadikan momentum untuk memilih putra putri bangsa terbaik dalam menjaga roda pemerintahan.

"Caranya bagaimana? warga NU ya harus nyoblos, kita sukseskan pesta demokrasi ini," katanya kepada media di sela Musyawarah Wilayah PWNU DIY di Gedung PMII Yogyakarta, Sabtu (9/3/2019).

Selain itu, upaya-upaya untuk mendelegitimasi penyelenggaraan KPU harus dihindarkan.

Bahkan pihaknya justru mengajak warga NU untuk mendukung dan mendorong KPU sebagai penyelenggara untuk mensukseskan pesta demokrasi ini.

Pihaknya mengajak warga NU untuk menjaga Pemilu kali ini tetap berlangsung dengan aman, damai dan tanpa politisasi SARA sehingga menghasilkan pemimpin yang legitimate.

"Pemilu janganlah dikotori dengan politik uang, hoax dan fitnah-fitnah yang hanya memecah belah warga. Kita harus ngerem, jangan mudah emosi, tahan, jangan keburu-buru nge-share informasi," katanya.

Selain itu, pihaknya mengajak warga NU untuk tak mudah terpancing segala upaya provokasi-provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karenanya, pihaknya mengajak warga NU supaya turut menangkal segala bentuk ujaran kebencian, informasi bohong yang berupaya menjatuhkan lawan politik hingga memprovokasi masyarakat.

"Pemilu kali ini krusial, kita akan melewati lima pemilihan sekaligus. Kalau kita berhasil, ini menjadi bukti bahwa indonesia menjadi negara muslim terbesar yang sukses menyelenggarakan demokrasi, ini jadi perhatian masyarakat internasional," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved